A reflection


Libur Lebaran. Puji Tuhan.

Liburan ini saya kebanyakan menghabiskan waktu di rumah.

Saya memuaskan diri menghabiskan waktu bersama Gita: nonton film, browsing, main monopoli dan tidur. Ada juga sih, waktu-waktu untuk diri sendiri: nonton film, browsing, tidur dan menulis. Tetapi, dua hari ini saya memutuskan untuk membersihkan dan membereskan rumah.

Saya membutuhkan waktu seharian untuk membersihkan dan merapikan rumah. Saya menghabiskan waktu berjam-jam dan membuang tenaga banyak untuk menyapu, ngepel, membersihkan debu, mencuci, mengeringkan, memilah, membuang, menata ulang, menggosok, melipat, menyimpan, dan yang lain. Pfft. Sampai pinggang saya sakit (juga lengan, kaki dan leher).

Parahnya, saya yakin kondisi rumah yang bersih, rapi dan wangi ini hanya akan bertahan beberapa jam.

Butuh waktu yang lebih singkat untuk mengobrak-abrik rumah😦 Mulai dari meneteskan cairang yang tidak perlu, menjatuhkan remah yang tidak termakan, melempar baju kotor, menjatuhkan kertas tak dipakai, dan meninggalkan jejak kaki basah, meninggalkan noda di pakaian, menaruh piring kotor di dapur begitu saja, meninggalkan tempat tidur dengan kondisi acak-acakan, membeli barang-barang yang tak ada gunanya, dan yang lainnya, dan yang lainnya.

Hal-hal yang merusak adalah hal-hal yang mudah. Kegiatan memporakporandakan tidak membutuhkan banyak waktu. Betapa mudahnya membuat kacau, merusak, memporak-porandakan. Begitu sulitnya menjaga, merapikan dan merawat.

I reflect this in every way. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s