Possum, I am in love


Ini tentang si kucing kecil, Possum.

Sepertinya sudah hampir dua bulan saya merawat Possum, kucing kecil yang saya temukan sekarat di depan rumah. Sekarang, Possum sudah sehat – tapi, sayang sekali – dua kaki belakangnya lumpuh total dan permanen.

*menarik nafas panjang*

Kucing kecil ini mengajarkan saya banyak hal. Hal penting dan perlu dan … besar.

Penabrak Possum bukan merusak kaki belakangnya. Lebih parah lagi, yang dirusak adalah tulang belakangnya. Jadi, tidak hanya kakinya mengalami lumpuh permanen, tetapi Possum juga jadi mati rasa di daerah pinggang ke bawah. Akibatnya, Possum nggak bisa merasa kalau dia mau buang air besar dan air kecil. Jadi, insting alamiahnya menggali tanah untuk mengubur kotorannya tidak berfungsi. Yang dia tau, tau-tau bau. Kalau sudah bau, baru insting untuk mengubur kotorannya muncul.

Akibatnya, ekor dan dua kaki belakangnya selalu ‘belepotan’ kotorannya sendiri (sigh). Saya juga sulit untuk mengiklaskan Possum ‘jalan-jalan’ keluar dari litternya, karena berkali-kali kejadian kucing ini beol sambil ngesot. Akhirnya, kotorannya berjejak kemana-mana. *sigh* Sebal sekali. Apalagi saya memilih tidak meminta pertolongan pembantu rumah tangga. Semua saya kerjakan sendiri. Jadi, rasanya muntab setelah capek-capek nyapu dan ngepel rumah dan siap nulis artikel, akhirnya harus membersihkan jejak kotoran di lantai. Nah, di saat-saat seperti itu, rasanya pingin membuat hati tega untuk membuang Possum ke pasar. Pikir saya, toh dia sudah sehat, hanya lumpuh. Tolong jangan marahi saya. Memelihara binatang yang memiliki kondisi khusus, adalah hmmmm sebuah komitmen (I should say). Tidak mudah. Tidak lucu. Tidak menyenangkan. Capek. Jorok. Time and money consuming.

Tapi hari ini, ketika hendak keluar rumah – di depan pintu, Possum mengajarkan sesuatu pada saya. Saya melihat dengan ekor dan dua kaki belakangnya yang belepotan eek, Possum ‘kekeh’ mengubur kotorannya. Susah payah, karena mobilitasnya terbatas. Saking sibuknya, dia sampai nggak ngerasa ada penonton. Setelah selesai (mengubur kotoran sesuai kemampuannya yang terbatas), kucing ini baru sadar kalau yang nonton. Menatap saya dengan pandangan: “Doh, saya ketahuan”. Matanya bulat dan hmmmm hatiku lumer.

Saya tidak bisa tidak jatuh hati pada mahluk ini.

The thing about life is that you must survive. Life is going to be difficult and dreadful things will happen. What you do is move along, get on with it and be tough. Not in the sense of being mean to others, but being tough with yourself and making a deadly effort not to be defeated ~ Katherine Hepburn

9 thoughts on “Possum, I am in love

  1. omg, I was like teary when I read this. I’m not a cat person (sama seperti mbak. I more into dogs). Tapi karena di agama saya anjing itu najis, saya jadi sering melampiaskan kasih sayang ke binatang yang saya punya lewat kucing yang biasa saya temui. Nah, di kampus saya ada seekor kucing yang biasanya keliaran di sekitar masjid. Setiap saya sholat di masjid kampus dan ketemu dia pasti langsung saya belai2. Malah kadang saya temenin dia makan di deket tempat sampah. ((:
    I do it over2 and over again. Sampai di musim hujan ini, tiba2 pas hujan dia dateng sendiri ke camp komunitas saya di kampus. Waktu baca ini, saya jadi inget sama kucing di kampus saya. Aaah, those kucing liar.. Mimiknya setiap kali saya belai itu lho seakan2 bilang “aaah, this is what I want from people. Kenapa sih, mereka anggap saya itu kotor dan nggak ada yang peduli sama saya”. Kucing liar itu ngajarin saya, kasih sayang itu bukan hanya buat orang2 yang kita kenal. Tapi semua mahluk.

    anyway, salam kenal mbak Tobytall. (((:

  2. tetap semangat dan sabar ya ngerawat
    possum….salut…jd sedih bayangin possum…. salam peluk dan cinta buat possum……

  3. aq salut sm mbk… aq jg lg sedih nch, kucing kesayanganq yg lagi hamil dbuang sm bpk. skrg drmh hny tersisa 3 ankx yg udah besar, tiap kali ingat Kitty (nama kucingq yg dbuang), air mataq tdk bs berhenti menetes, bahkan saat mengetik nch…
    Kitty, yg aq rawat dr kecil, msh ingat saat aq menemukannya kurus kelparan djalan.. I MISS U SO MUCH.. smg Tuhan memberikan majikan yg baik bwt qm..

  4. gila… hati gw kaya gimana yahh baca cerita possum. Susah sist ngungkapin, secara gw orgnya agak keras tapi kalo sama mahkluk Tuhan yang satu ini gw bisa lumer cuma dari tatapan matanya.
    Semangat ya sist …GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s