Nobody’s child


Maafkan saya menulis dengan sinis.

Beberapa minggu yang lalu, saya menemukan seekor anak kucing sekarat. Sepertinya asa kendaraan yang menabrak kucing kecil ini. Karena kondisinya yang lemah dan sepertinya hampir mati, saya membawanya ke rumah dan mulai merawat anak kucing ini. Maksud hati sih, setelah sembuh – si kucing akan saya lepas. Tetapi, setelah dua hari, saya batu ngeh bahwa kaki belakangnya jadi lumpuh. Akibatnya, simkucing kecil ini harus menyeret kedua kaki belakangnya.

Sekadar cerita, seumur hidup saya belum pernah memelihara kucing. I am not a cat person, but a dogs lover. Jadi, saya benar-benar tidak punya pengalamam memelihara kucing. Ditambah, kondisi saya sekarang yang tidak memungkinkan (baca: males).

Karena alasan itu, saya mencari informasi dari internet mengenai tempat penampungan hewan dan kelompok-kelompok pencinta kucing. Kayaknya ada enam atau tujuh surat elektronik dan pesan pada sosial media yang saya tinggalkan untuk tempat penampungan hewan dan kelompok pencinta kucing ini.

Coba deh, kalian cari kelompok-kelompok pencinta kucing. Awalnya waktu saya menelusuri laman sosial media mereka, hati saya berbunga-bunga, yakin bahwa kucing kecil yang malang ini akan mendapatkan seorang pencinta kucing yang akan mengadopsi dan merawat. Dengan penuh harap, saya meninggalkan pesan, menceritakan kondisinya: bahwa kucing kecil ini sehat, ceria, tapi cacat.

Tebak, apa yang terjadi. Yup. Tidak satupun yang menghubungi saya.

Karena ingin tahu, saya kembali menelusuri laman-laman pencinta kucing dan penampungan hewan. Lalu, saya jadi marah dan sinis. Kalau yang ditawarkan kucing-kucing angora, kucing siam dan kucing sehat – banyak sekali pencinta kucing yang langsung memberi tanggapan mau mengadopsi. Yang saya tawarkan adalah kucing cacat, yang bahkan ketika buang air pun tidak bisa bersih. Siapa yang mau???? Bahkan, yang mengaku pencinta kucing pun mlengos.

Pertanyaan saya: pencinta kucing? Ah, buat ketawa aja.

Dan saya pun bernyanyi dengan miris,
people come for children and take them for their own. But they all seem to pass me and l’m left here all alone. I know they’d like to take me but when they see I’m blind. They always take some other child and I’m left behind. I’m nobody’s child,
I’m nobody’s child. Nobody wants me, I’m nobody’s child.

5 thoughts on “Nobody’s child

  1. Saya sering lihat page-page di facebook ttg kucing2 atau binatang yg punya disabilities. Sebagian besar mereka yg punya kucing atau hewan peliharaan yg disable berpendapat kalo hewan2 seperti ini justru punya unconditional love. You’re a very lucky person mbak Tabytall🙂 Oya ini nih salah satu page disable kitty yg saya suscribe.
    https://www.facebook.com/Taffykitty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s