Pamit


Pesan ibu saya yang selalu saya lakukan (banyak pesan ibu yang tidak saya lakukan hihihi).

Setiap kali keluar rumah, hendak berpergian/pergi harus pamit. Tidak peduli kita sedang marah sekali pada seseorang di dalam rumah, pamit. Entah itu ayah, ibu, kakak, adik, suami, isteri, anak, atau pacar – pamit “Pergi dulu ya”.

Siapa tahu yang punya dunia memanggil kita untuk selamanya begitu kita melewati pintu. Siapa tahu kita tidak sempat lagi pulang/bertatap muka untuk pamit. Supaya tidak ada yang menyesal.

One thought on “Pamit

  1. Sepakat mba
    Dulu waktu masih bandel suka lupa pamit kalo mau pergi. Sekarang (yah, meski masih bandel bandel dikit, hehehe) sejak hijrah ke Jogja, mulai membiasakan diri kalo pulang ke Semarang trus pergi wajib pamit dan cium tangan Ibu. Damai dan tenang rasanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s