Sweet Revenge


Saya kesal sekali kalau ada orang yang ‘menghindari’ menginjak barang yang seharusnya tidak di lantai, tapi tidak mau memungut dan paling tidak meletakan di meja. Saya juga kesal sekali, kalau ada orang yang ‘menunda’ pekerjaan yang lebih penting karena ‘tersihir’ televisi.

Dia: Kenapa sih marah? Kan cuma masalah kecil!
Saya: Oh, kecil ya? Okay.

***diam***

Saya: Buat saya, makan apa aja ga masalah. Itu masalah kecil. Jadi, mulai besok saya akan masak kari terus-terusan.
Dia: Saya kan ga suka kari
Saya: Ah, itu kan masalah kecil! Yang penting kan makan. Nggak sakit.

***diam***

Setelah mengantar ke tempat tidur, lampu saya matikan dan pintu saya tutup.

Dia: Heyyyy!!! KOk pintunya ditutup?
Saya: (membuka pintu) Ah, cuma pintu aja. Kan masalah kecil. It’s not a big deal at all?
Dia: Tapi kan … (diam)

Pagi-pagi,

Dia: Kok nggak ada air putih di botol?
Saya: Minum saja dari keran, kan bisa juga. Masalah kecil!
Dia: ***diam***

Nggak ada yang namanya ‘masalah kecil’. Masalah kecil buat kamu, belum tentu masalah kecil buat saya. Masalah kecil ada kalau kita sudah berhenti peduli pada kebutuhan orang lain. Lagian, kalau memang hanya ‘masalah kecil’, apa susahnya dilakukan? Kan masalah kecil?

You and your ‘masalah kecil’. You don’t care, you don’t love.

8 thoughts on “Sweet Revenge

    • Nggak dong. Berenti. Daripada marah2, mendingan kasih contoh, kl ga mau diinjek kakinya, jangan nginjek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s