S-U-S-U


Peringatan: ini postingan nggak penting tapi bukan postingan porno.

Kalau orang lain lebih suka memakai kata tetek, atau payudara, atau toket, atau buah dada – saya lebih suka menggunakan kata susu.

Toket dan tetek – untuk saya nggak ada artinya. Jadi, menurut saya nggak keren.

Sementara, menurut saya, buah dada – agak salah kaprah. Bagaimana bisa dada berbuah. Kan? Kalaupun bisa, kenapa hanya perempuan yang dikatakan punya buah dada? Dan kenapa laki-laki tidak punya? Dan kalaupun hanya perempuan yang dadanya bisa berbuah, kenapa hanya dua? Kan?

Kalau payudara, berarti hanya untuk mereka yang masih dara (belum menikah/belum punya anak). Lha, kalau yang sudah nenek-nenek dan punya cucu 40 – apa namanya jadi payunenek? Tidak konsisten dan masa mau bertanya dulu sebelum menamai ‘benda’ itu. “Maaf, kamu masih dara?”. Kan nggak sopan.

Saya lebih suka menyebutnya susu. Susu. Minuman sehat untuk anak/bayi, terutama yang asalnya dari ibu. Bukan sekadar sumber kehidupan (yang penting hidup), tapi juga sumber gizi, protein, segala macam zat bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan jasmani bayi (belum termasuk zat yang menciptakan kekebalan tubuhnya).

Susu. Keren kan?

Ya, saya lebih suka menyebut susu, daripada tetek atau toket atau payudara atau buah dada.

6 thoughts on “S-U-S-U

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s