Freud’s Mouth


Dua hari ini, entah kenapa saya terngiang-ngiang diskusi spektakulernya Freud, psikoanalisis. Yang teringat sejak kemarin adalah satu bagian yang menurut saya lucu dan agak ngawur.
Jadi, menurut Freud, para pengacara adalah orang-orang yang disapih secara dini dari susu ibunya. Akibat pemutusan tahap oral secara dini, si mulut orang-orang ini mencari ‘sasaran’ kesibukan lain. Dalam kasus para pengacara, ‘kerinduan’ untuk menyusu dialokasikan dengan kegiatan cuap-cuap. Demikian kata Freud.

Nah, pengacara itu hanya satu kasus. Tapi, pada dasarnya, orang yang doyan ngomong – terlebih kalau nggak dipikir dulu – menurut Freud adalah ‘sakau’ susu ibu akibat penyapihan dini. Atau, kalau mau dibahas lebih lanjut, ‘sakau’ ini sebenarnya adalah bentuk kurang percaya diri yang muncul dari situasi ‘merasa tidak nyaman dan aman’ (akibat dicerabut dari susu ibu).

Sepertinya sih, bener.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s