Ambil badanku


Saya punya cerita. Lupa darimana tapinya. 

Ada seorang pelukis perempuan yang kritis dengan lukisannya. Lalu ‘dicelakakan’ sehingga tak punya lagi tangan. Sang pelukis pun melanjutkan ‘bersuara’, melukis dengan kakinya. Lalu, seorang memberi nasihat, memintanya berhenti: “Berhenti melukis sebelum mereka mencelakaimu lagi, mengambil kakimu.”

Dan jawab sang pelukis: “Tak apa. Mereka boleh ambil kakiku. Aku akan melukis menggunakan mulutku (dengan cara menyemburkan cat). Kalau mereka jahit mulutku, aku akan melukis menggunakan wajahku. Kalau mereka ambil wajahku, aku akan melukis menggunakan bahuku. Kalau mereka potong bahuku, aku akan melukis dengan payudaraku. Kalau mereka potong payudaraku, aku akan melukiskan dengan perutku. Kalau mereka potong perutku, aku akan melukis dengan punggungku. Mereka bisa mengambil bagian mana saja dari tubuhku. Tapi, mereka tak bisa mengambil keberanianku dan semangatku untuk bersuara”

True. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s