Koleksi senjata


Akhir-akhir ini saya mendengar cerita soal perempuan dan pilihan.

Dengar cerita temannya teman yang memilih menjadi isteri dan ibu penuh waktu. Lalu tidak membekali diri dengan pendidikan yang layak. Dengan pengalaman kerja. Dengan keterampilan. Dengan tabungan. Percaya bahwa jadi ibu dan isteri adalah pekerjaan yang mulia (tentunya) yang tidak membutuhkan hal lain, selain ketulusan.Lalu membiarka. Pasangannya berkuasa, melakukan apapun untuk mereka. Dan merekapun selalu menunggu ijin kalau mau melakukan segala sesuatu. 

Yang satu, pasangannya berselingkuh. Yang satu lagi, pasangannya rajin memukul. Yang satu lagi, pasangannya memilih jadi pecandu obat. Yang lain lagi, pasangannya pemalas minta ampun. 

Beberapa tidak tahan, lalu memutiskan untuk meninggalkan pernikahan. Tapi lalu, menjadi seperti ikan di luar air. Menjadi seperti anak ayam yang kehilangan induknya. 

Ayah saya bilang, hidup itu medan perang. Koleksi bermacam senjata untuk memepertahankan hidup dan untuk berjaga-jaga. Kita nggak perlu menggunakan, kalau memang nggak perlu. Tapi di saat kita perlu, kita punya. 

Pendidikan. Keterampilan. Menjahit, kek. Memasak, kek. Menulis, kek. Jejaring pertemanan. Menyetir. Kesehatan. Mandiri. Berani. 

 

One thought on “Koleksi senjata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s