Sewot itu bodoh


Pagi ini saya menelusuri kejadian-kejadian di lini twitter saya. Salah satu tweet yang menarik bunyinya kira-kira bercerita ada orang yang minta masukan cara ‘mengintip’ lini massa akun twitter seseorang setelah ybs diblok.

Karena pingin tahu, saya ‘ngintip’ akun twitter orang yang minta nasihat tadi. Salah satu tweetnya adalah sebuat re-tweet yang isinya kira-kira menyatakan orang-orang yang sesudah diskusi mati-matian di lini massa tweeter (baca: tweetwar) dan merasa tidak bahagia, akan memblok akun-akun yang berkaitan adalah orang-orang yang “Sungguh tidak terbuka hati dan pikirannya”

Menurut saya sih, jelas salah kaprah dan bodoh.

“Keterbukaan hati dan pikiran” itu kondisi untuk berdialog dan berdiskusi. Tetapi, jelas-jelas bukan kondisi untuk ‘tweetwar’. Namanya juga perang, mana ada perang yang mengarah pada kondisi hati dan pikiran yang terbuka? Kan? Jadi, kalau ada pihak yang tidak bahagia lalu mem-blok akun-akun yang membuatnya tidak bahagia, masalahnya apa? Kok sewot.

Karena saya ngintip cukup lama di akun yang bersangkutan, nemulah saya beberapa kata yang dipakai ybs untuk mengkritik orang. Hmmm

Pala lu peyang, Pret, Moq shit, Otak lu …,

Sekarang gini deh, kalau ada orang yang mengkritik kalian dengan menggunakan kata-kata seperti itu di twitter – kalian akan melakukan apa? Keterbukaan pikiran dan hati itu dua arah. It takes two to tango. Kan? Kalau kalian pintar, cara paling cerdas untuk orang-orang bodoh dengan tweet yang bodoh sih, kalau menurut saya, adalah “BLOCK” or “Report as spam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s