Menghormati, bukan meyakini


Pagi ini saya membaca berita online mengenai Ratu Beatrix yang dikecam karena mengenakan busana dengan tutup kepala saat mengunjungi masjid Syekh Zaid bin Sultan Al Nahayan di Abu Dhabi, Minggu (8/1/2012). Geert Wilders mengecam perilaku keputusan Ratu Beatrix dengan alasan sang ratu melegitimasi penindasan perempuan. Bagi Wilders, jilbab adalah ‘simbol’ islamisasi, penindasan, dan diskriminasi terhadap perempuan.

Ketika kakak saya pulang dari India beberapa tahun yang lalu untuk liburan ke Indonesia, kakak saya bercerita bahwa ada satu daerah di India, yang penduduknya beragama Hindu. Di daerah itu perempuan wajib menggunakan kerudung. Perempuan wajib menutup kepala, leher, dada dan tangan. Masyarakat setempat sepertinya tidak menyebut kerudung yang dikenakan untuk menutup tubuh tersebut dengan kata ‘jilbab’.

Di agama Katolik, biarawati wajib menutup kepalanya. Walaupun, di dalam kebanyakan ordo (sarekat) para biarawati boleh memperlihatkan telapak tangan dan leher serta tidak menggunakan baju yang longgar. Tapi kan tetap, kepalanya ‘dikerudungi’, yang tentu namanya bukan ‘jilbab’. Ada beberapa ordo yang mewajibkan para biarawati menutup kepala, leher, dada, telapak tangan serta mengenakan baju longgar (ingat kan, film The Sound of Music dan Sister Act?). Biarawati yang berpakaian seperti itu biasanya berasal dari Sarekat Karmel. Sepertinya ordo Karmel masih ada, walaupun tidak banyak lagi biarawatinya.

Di luar wacana bahwa menutup tubuh perempuan adalah penindasan, saya tidak memiliki cukup pengetahuan, untuk membuktikan pada beberapa budaya dan agama (?) perempuan menutup bagian tubuh seperti yang dilakukan oleh perempuan-perempuan muslim. Perempuan penganut agama Islam, barangkali merupakan jumlah terbesar yang menutup bagian tubuhnya dengan apa yand disebut ‘jilbab’. Tapi, ada kan perempuan-perempuan bukan Islam yang juga menutup bagian tubuhnya sama seperti yang dilakukan perempuan Islam?

Soal penindasan, pada beberapa agama dan budaya yang tidak mewajibkan perempuan menutup bagian-bagian tubuhnya – penindasan tetap terjadi. Mungkin bukan secara fisik, tapi secara ekonomi, politik, dan ilmu pengetahuan. Walaupun prinsip saya tubuh perempuan adalah milik perempuan dan orang lain atau institusi tidak berhak ‘mendikte’ bagaimana perempuan ‘harus’ memperlakukan tubuhnya, tetapi – serta merta mengatakan ‘jilbab’ merupakan simbolisasi penindasan perempuan adalah dangkal.

Jangan lupa, banyak perempuan yang memilih dengan penuh kesadaran untuk mengenakan jilbab. Ya, saya paham sekali bahwa akan ada yang bersuara “Tapi kan kemungkinan besar kesadaran mereka itu kesadaran semu (false consciousness)“. Setuju. Tapi, jangan lupa – ada pula perempuan yang SEPERTINYA memilih secara sadar untuk berpakaian seksi dan terbuka, sedang memiliki false consciousness juga. Ya kan?

Soal jilbab sebagai lambang diskriminasi terhadap perempuan. Menurut saya, ini juga pernyataan yang dangkal. Sekarang, perusahaan yang tidak memberikan cuti ketika perempuan sedang mengalami menstruasi, apa itu bukan diskriminasi terhadap perempuan? Perusahaan yang tidak menyediakan ruang untuk memerah ASI, apa itu bukan diskriminasi terhadap perempuan? Negara yang tidak menyediakan tempat penitipan anak agar ibu dapat bekerja dengan tenang, apa itu bukan diskriminasi terhadap perempuan?

Menurut saya, pepatah masuk kandang kambing mengembik dan masuk kandang kerbau menguak – dalam batasan tertentu ada benarnya. Kita wajib menghormati aturan masyarakat setempat, tanpa harus mengubah nilai dasar yang kita miliki. Apa yang dilakukan Ratu Beatrix itu kan sama saja dengan ketika kita mengunjungi Candi Borobudur. Tidak peduli apa agama dan budaya kita, kita wajib menutup tubuh kita dengan sopan ketika memasuki Candi Borobudur. Ya kan?

Dan menurut saya, Geert Wilders harusnya mengerti menghormati bukan berarti meyakini. Saya (dan kamu) menghormati kondisi kita yang berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s