We are growing


Image

Hai teman
saya telat lagi ngepost😦 tidak komit sama #30harimenulissuratcinta *pak pos mana pak pos?*

Kemarin, saya chat dengan ibu pakai instant messenger. Ibu bilang: “Papi bilang, kamu itu memang anak paling nakal … bla bla bla” – terus, saya bilang: “Saya kan udah nggak nakal lagi sekarang” – Eh, ibu saya bilang gini: “Yaaa nggak tau. Menurut mami sih, papi bener”.

Terus, saya juga protes, karena – sudah setua ini masih juga diperlakukan seperti anak kecil. Waktu saya mau berangkat ke Kanada beberapa bulan yang lalu – baik ibu maupun kakak-kakak saya pesan seperti ini: “Jangan lupa, diperiksa sikat gigi, sabun, sampo. Jangan ada yang lupa”. Astaga.

Jawaban ibu atas protes saya: “Ah, sampai kapan pun kamu itu anak bungsu. Ya terima saja diperlakukan demikian”.

Saya kesal karena menurut saya, orang kan bertumbuh. Tidak selamanya saya jadi anak kecil yang nakal. Tidak selamanya saya jadi anak bungsu yang lupa ini dan itu – nggak pedulian. Saya kan udah jadi ibu-ibu. Mereka (orang tua saya), lupa kalau saya bertumbuh. Dan menganggap saya masih seperti dulu, jadi diperlakukan seperti mereka selalu memperlakukan saya dulu.

Tapi, hmm saya baru sadar. Kadang saya juga lupa, kalau ayah dan ibu saya semakin hari semakin tua. Dalam ingatan saya, mereka masih orang tua yang kuat, jasmani rohani. Kuat untuk dimintain tolong ini dan itu. Kuat diajak berantem. Kuat diajak adu argumen. Kuat menahan amarah. Kuat menahan ketidaksabaran. Kuat disuruh chat berjam-jam, nulis dan duduk di depan komputer.

Padahal nggak gitu lagi. Saya juga lupa. Orang tua saya juga bertumbuh. Tumbuh menjadi tua. Lemah. Ringkih. Dan memperlakukan mereka seperti saya memperlakuan mereka dulu. Membiarkan mereka menyetir sendiri. Membiarkan mereka mengurus ini dan itu sendiri. Menuntut mereka makan dan minum serapi dulu. Menuntut mereka mengingat segala sesuatu dengan sempurna seperti dulu. Menutut mereka dapat melihat segala hal dengan jelas seperti dahulu. Membiarkan mereka berdiri lama-lama di siang hari menunggu saya, seperti dahulu. Menuntut mereka untuk sabar dan pengertian seperti dahulu.

Dan saya tertegun ketika membaca status teman saya di FB:
Love your parents. We are so busy growing up, we often forget they are also growing old

Love, means to accept our parents as they are now. Not when they were young and strong and pretty and handsome and rich and makes sense.

Salam hangat.

Gambarnya saya ambil dari sini ya

One thought on “We are growing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s