civitas academica



Hai teman-teman,

pendapat kalian tentang sistem pendidikan bagaimana?

Saya punya pendapat yang njlimet tentang sistem pendidikan. Hahaha *that’s not a new!

Kemarin saya membaca dua buah postingan blog tentang pendidikan. Khasusnya sih terjadi di universitas saya (cari tau sendiri yak hehe). Postingan pertama saya baca di blognya Ade Armando. Postingan kedua saya baca di blognya anak universitas saya.

Dari sisi mahasiswa (saya merasa) banyak yang merasa sistem pendidikan formal itu hanya masalah mendapat IPK setinggi-tingginya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Di luar itu – bukan urusan pengajar/sistem pendidikan formal. Dari sisi pengajar (saya merasa) banyang yang berpikir sistem pendidikan formal itu hanya masalah memberikan materi pengajaran, mengujinya dan memberikan nilai. Dan banyak yang merasa kedua sisi itu terputus. Tidak bersinambung.

Jadi, semuanya hanya serba nilai, nilai, nilai dan nilai. Dari mulai nilai ujian, nilai IPK, nilai uang, nilai gaji. Iya, ngerti – uang dan nilai memang penting. Tapi, saya percaya ada banyak hal di antara nilai IPK dan uang (gaji/bayaran kuliah).

Budi pekerti. Etika. Kemanusiaan. Kedisiplinan. Tata krama. Kejujuran. Kerendahhatian. Semangat belajar. Kasih sayang. Kerja keras. Pengertian.

Benar, perilaku bekas/mahasiswa bukan sepenuhnya tanggung jawab institusi pendidikan. Tapi, saya percaya (harusnya) ada nilai-nilai yang diwariskan. Baik dari pendidik (bukan pengajar) pada mahasiswa, maupun dari mahasiswa pada pendidik.

Dan kemarin saya tertegun ketika seorang (mungking lulusan) universitas saya menyatakan kekesalannya dengan memaki “rezim UI memang tahik” karena kasus ini. Karena ini bicara ‘rezim UI’ maka – saya, semua dosen, semua pekerja, semua mahasiswa dan alumninya – bahkan yang memaki adalah bagiannya. Dan semua berarti …

Dan saya menolak. Universitas saya memang sedang surut, tapi banyak orang baik di dalamnya. Yang, saya percaya akan memperbaiki. Pelan-pelan tapi pasti. Dan pada institusi pendidikan yang lain, saya pikir, berlaku serupa.

Pendidikan memang bukan masalah yang gampang. Tapi kan perlu. Ya kan? Ya kan? Ya kan?

Salam

Saya meminjam gambarnya dari sini.

One thought on “civitas academica

  1. karena diajarkan hanya untuk mencapai nilai doang makanya tidak aneh kalau setelah lulus dan bekerja jadi koruptor, diktator, dll🙂, sekarang sejak TK sampai SMU disemua mata pelajaran harus diselipkan budipekerti itu termasuk diantaranya sopan-santun, menghargai perbedaan, kejujuran,percaya diri, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s