Cucian basah


Hallo lagi!

Lagi apa Teman?

Hari ini saya capek sekali. Setelah rapat maraton dengan pembimbing, saya merasa lelah sekali. Iyah, ngerti. Kesannya lebay gitu kan? Kayak kalau nonton sinetron terus ada *zoom out zoom in*.

Tapi, setiap habis bertemu pembimbing, saya merasa kayak cucian basah yang dikeringin. Nggak hanya diperas supaya air cuciannya tanggal, tapi juga diplintir seplintir-plintirnya biar bahkan nggak ada air yang netes-netes.

(Terus habis itu plintirannya dibuka dan supaya nggak keriput-keriput dan mringkel-mringkel, pakainnya dikibasin sekuat-kuatnya. Kadang sampai dua tiga kali gibas).

Ya gitu perasaanya. Persis. Nggak bisa ngapa-ngapain kecuali pasrah. Pasrahnya kayak pakaian basah dijemur gitu. Leyeh-leyeh pasrah. Sampai besok, saya mau leyeh-leyeh berjemur dimatahari. Sampai saya cukup relaks untuk mulai berkutat dengan masalah-masalah yang ‘biasa’.

Sampai bertemu pembimbing saya lagi, minggu depan. Untung jadwalnya bukan kayak cuci baju beneran.

Selamat malam ya. Selamat beristirahat.

Salam.

Gambarnya saya pinjam dari sini.

8 thoughts on “Cucian basah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s