IBU TIRI


Teman tersayang,

waktu Kalian kecil pernah/suka nonton film-film Disney yang tentang putri? Memperhatikan tidak, ada kesamaan-kesamaan besar? Pertama, kebanyakan putri itu ditinggal mati ibu(kandung)nya (Snow White, Cinderella, Ariel, Belle, Jasmine, Pocahontas). Kedua, beberapa ayahnya mereka tidak tahan menduda lalu menikah lagi. Akhirnya, putri-putri ini punya ibu tiri – yang jahat (Snow White, Cinderella). Ketiga, peran ayah tidak banyak diceritakan. Ngapain aja sih mereka, sampai anaknya bisa dijahatin orang? (Snow White, Cinderella).

Dua akhir pekan yang lalu, saya menghabiskan waktu bersama keluarga teman saya. Sebut saja nama teman saya ini L. Ayah L bercerai, lalu menikah lagi. L, seperti cerita Disney – tidak pernah akur dengan ibu tirinya. Tapi, tau nggak – L juga nggak akur dengan ayahnya. Hahaha!

Setelah dua akhir pekan kemarin, saya jadi terus memikirkan soal Disney dan para putri yang ditinggal ibu kandungnya mati itu. Jangan-jangan, mereka pun tidak akur dengan para ayah (kok bisa, Cinderella dan Snow White diperlakukan keji di rumahnya sendiri oleh ibu tirinya!). Dan Kalian tahu nggak, bahkan L juga nggak akur dengan ibu kandungnya. Yak! Saya juga jadi bertanya-tanya bagaimana hubungan para putri itu dengan ibu kandungnya. Jangan-jangan mereka juga tidak akur dengan ibu kandungnya (sebelum para ibu kandung mati).

Dahsyat ya, bagaimana media bisa meluputkan kita dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Membiarkan kita percaya dan memelihara mitos tentang ibu tiri (liat deh sinetron di Indonesia).

Gita, anak saya, pernah bertanya apakah semua ibu tiri jahat. Saya jawab tidak tahu karena saya belum pernah punya ibu tiri. Lalu, dia bertanya apakah ayah tiri itu SAMA jahatnya seperti ibu tiri (lihat cara Gita menarik kesimpulan bahwa ibu tiri itu jahat dari cara dia mengatakan “SAMA jahatnya seperti ibu tiri”). Dan jawaban saya: “I love you. If I ever give you step dad, I will make sure he will love you as I do.

Logikanya, kebanyakan orang tua akan memastikan anak-anaknya selamat dulu kan, bahkan ketika mereka memutuskan untuk menikah lagi. Dipikir-pikir, lucu sekali bagaimana Disney selalu menggambarkan ‘ideal princes charming‘ untuk seorang perempuan, tapi tidak menggambarkan orang tua yang ideal🙂

Gambarnya saya pinjam dari sini.

4 thoughts on “IBU TIRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s