We are the keepers :)


Teman tersayang,

beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita pada saya. Teman saya ini, sebut saja C, mengaku dulu kecanduan gula. Dia tidak akan tenang kalau tidak mengkonsumsi gula dalam jumlah yang besar. C akhirnya memutuskan untuk berhenti, tapi selalu gagal. C curiga, kecanduan gulanya berhubungan dengan kecanduan alkhol ayahnya. C lalu mengadakan penelitian kecil tentang alkohol dan kecanduan alkohol. Ternyata, rantai kimia alkohol dan rantai kimia gula hanya memiliki satu perbedaan rantai. Dalam artikel yang dia baca kandungan alkohol dalam darah orang tua berpotensi menurun pada anak. Jadi, intinya teman saya menemukan bahwa kecanduan gula-nya adalah ‘warisan’ dari ayahnya (dalam bentuk lain). Logis.

Saya jadi ingat kata-kata seorang perempuan: “I am not my children’s friend. I am the keeper

Hidup seperti lingkaran. Kita meneruskan segala hal pada anak cucu kita. Tidak hanya harta, tidak hanya ilmu, tidak hanya perbuatan – tetapi segala hal. Tidak hanya ketika kita siap untuk memiliki anak – tetapi.. entah harus sejak kapan. Karena saya membicarakan tentang ‘lingkaran’: tidak berujung, tidak berpangkal.

Jadi, jangan harap racun nikotin tidak akan berdampak pada anak Anda walaupun Anda memutuskan berhenti setelah menikah dan sebelum memiliki anak. Jadi, jangan mengira hanya perempuan yang harus mengkonsumsi makanan sehat selama hamil supaya dapat melahirkan anak yang sehat. Jangan berharap anak kita ramah lingkungan kalau kita terbiasa tidak mencintai alam dan lingkungan. Jangan berharap anak kita akan bertutur cerdas, sopan dan santun kalau kita terbiasa sebaliknya. Jangan berharap anak kita akan selalu berpikiran positif dan bijak, kalau kita berperilaku sebaliknya. What goes around comes around,katanya.

Entah bagaimana/kapan memulai membuat lingkaran yang indah, sehat, cerdas, dan baik.

Sekarang mungkin?

Gambarnya saya pinjam dari Mrs. Starreyes.

10 thoughts on “We are the keepers :)

  1. Waktu ikutan kelas Bimbingan Pra Nikah, pendetaku ngomong hal kayak gini juga.
    Bikin jadi mikir untuk berhati-hati sangat dalam bertindak, semua ada konsekuensinya.

    • Iya. Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa lingkaran ini – yg harus dijaga. I don’t know whether life should be that complicated (apa-apa dipikirin untuk generasi muda) – or it’s just another good habit to do?

    • Aku juga baru tahu dari temanku itu. BUt it’s true – I did my own research. Every thing is passed on to – both good/bad. Jadi, soal bibit/bebet/bobot itu to some extent ada benarnya :p

    • Iya mbak. Semua. dan ga hanya dari ibu – tapi juga dari ayah. jadi, kalau anak kenapa2 pada dasarnya yg salah/yg benar/ yg bertanggung jawab adalah ayah dan ibu karena waktu buat anak kan ayah dan ibu

      *aku ngomong apaan sih?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s