Runneth over


Beberapa bulan sponsor beasiswa saya mengirimkan surat perpanjangan beasiswa selama enam bulan yang menyatakan saya mulai S3 saya bulan Juni 2008. Artinya, dengan perpanjangan enam bulan beasiswa saya akan berakhir bulan Desember 2011.

Faktanya, saya tidak mulai s3 saya bulan Juni 2008. Dengan perpanjangan enam bulan saya masih punya beberapa bulan di tahun 2012. Tapi, semua pihak tidak bisa berbuat apa-apa. **catatan: karena blog sifatnya publik, saya menulis dengan sopan sekali**

Surat perpanjangan beasiswa yang tidak sesuai dengan fakta itu buntutnya kan panjang. Pertama, surat perpanjangan beasiswa itu akan saya gunakan untuk memperpanjang ijin belajar di universitas saya. Logikanya, bagaimana universitas akan memberi ijin belajar kalau saya tidak punya dana untuk sekolah? Kedua, surat perpanjangan beasiswa itu akan saya gunakan untuk memperpanjang ijin tinggal di sini. Logikanya, bagaimana negara tempat saya sekarang ada mau memberi ijin tinggal kalau saya tidak punya dana untuk tinggal? Ketiga, kalau tidak ada ijin belajar dari universitas ybs dan tidak ada ijin tinggal dari negara ybs – artinya kan saya harus pulang sementara s3 saya belum kelar.

Berbulan-bulan saya setres sekali. Dan saya baru menyadari, saya bukan pencerita yang baik. Semua saya pikirkan sendiri. Kalau Gita sudah tidur, saya menangis sampai dada saya sakit. Setiap hari, saya memulai hari dengan berkeluh kesan dalam hati “Tuhan, bagaimana ini?”. Setiap saya jalan kaki atau di bis, saya selalu berkeluh kesan sendiri, “Tuhan, aku takut” atau “Tuhan, aku khawatir” atau “Tuhan, kamu denger ga sih?” atau “Tuhan, kok kamu tega sih?” atau “Tuhan” *dan menangis* **marah** ***kok kamu gitu sih, Tuhan?***

Tapi, saya tetap melakukan semua yang harus saya lakukan. Saya mengajukan perpanjangan ijin belajar dengan menggunakan dokumen dari sponsor beasiswa saya. Saya membayar perpanjangan asuransi kesehatan. Saya membayar aplikasi perpanjangan visa plus cek ulang kesehatan dan x-ray.

Surat ijin perpanjangan belajar di universitas keluar. Saya boleh belajar di sana sampai bulan Mei 2013. Senang sekali. Sekarang, masalahnya tinggal bagaimana saya harus membayar uang sekolah dan biaya hidup. Juga, bagaimana caranya supaya ijin tinggal saya bisa diperpanjang.

Saya mencoba untuk melamar beasiswa lain. Ketika lamaran beasiswa sudah jadi, pembimbing saya menolak memberikan referensi karena terjebak penggunaan kata “SCIENCE” (beasiswanya untuk bidang ‘science and technology’). Lihat tidak, bagaimana kosakata bahasa Inggris sudah meminggirkan ilmu pengetahuan sosial dari ranah pengertian ‘ilmu pengetahuan’.

Saya patah hati. Tidak tahu harus bagaimana lagi.

Akhirnya, saya menulis surat pribadi pada pembimbing saya – menceritakan kondisi saya.

Pembimbing saya meminta saya bertemu Dekan Penelitian. Saya harus mengatur jadwal bertemu beliau lewat sekretarisnya dulu. Kami bicara di telpon. Awalnya hendak menentukan hari untuk bertemu Dekan Penelitian. Entah bagaimana, setelah 10 menit bicara, sekretaris dekan penelitian akhirnya mengatakan saya akan mendapat beasiswa selama 1 tahun dari universitas.

Hanya 10 menit semua beban kekhawatiran saya berbulan-bulan berkurang. Saya hanya bisa (lagi-lagi) menangis sambil bilang “Tuhan, makasih ya” berulang-ulang. Jadi ingat seorang pernah berkata, “Kalau Tuhan sudah berkehendak, semua bisa terjadi. Secepat kita membalik tangan. Sesederhana kita mengedipkan mata.” Iya. Bener.

Tiga hari sesudah itu, saya mendapat email dari kedutaan kalau visa saya sudah diperpanjang – sampai bulan Mei 2013. Lagi-lagi saya cuma bisa nangis *sambil ketawa-tawa senang* Saya berucap dalam hati “Ya ampun Tuhan. Makasih.”

Hanya dalam seminggu – semua mereda. Lega. Tenang. It is more than a bliss.

Hari ini, tiba-tiba saja – saya diberi tahu sahabat saya kalau Gita menerima penghargaan khusus. Entah kenapa – saya tidak mendapat surat pemberitahuan yang dikirim sekolah Gita. Outstanding result for all KLAsKey Learning Achievements: bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan (saya berharap, ilmu pengetahuannya netral: baik sosial, alam semesta, kimia dan lainnya. Bukan ilmu pengetahuan yang memarjinalkan hal lain), dan Teknologi. Kejutan untuk saya (saya tidak pergi ke kantor). Kejutan untuk Gita.

Menyenangkan ya? Dan saya jadi ingat seorang sahabat yang setiap saya berkeluh kesah selalu bilang gini: “Tuhan memberi bukan yang kita minta, tapi yang kita butuhkan”. Sangat. I can’t agree more. 100%.

Beberapa baris dari American Beauty (1991) sempurna menggambarkan apa yang saya rasakan. (Sometimes) I feel like I’m seeing it all at once, and it’s too much. My heart fills up like a balloon that’s about to burst. And then I remember to relax, and stop trying to hold on to it. And then it flows through me like rain. And I can’t feel anything but gratitude for every single moment of my stupid little life.

Saya merasa dilindungi dan disayang sekali. Ayah. Ibu. Kakak. Sahabat. Profesor. Semesta. Tuhan.

Bersyukur tidak habis-habisnya. Rasanya seperti diberi hadiah Natal lebih awal🙂 Life is kind, isn’t it? Very kind. I guess I could be pretty pissed off about what happened to me, but it’s hard to stay mad when there’s so much beauty in the world. (Again, American Beauty – 1991).

Saya pinjam gambarnya dari flickr ini. Terimakasih ya.

6 thoughts on “Runneth over

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s