Point of View


Menurut saya, ini tentang (pilihan) sudut pandang dan keputusan (moral).

Saya merasa tidak nyaman sekali kalau membaca atau mendengar pendapat orang-orang yang ‘kekeh’ ASI adalah segalanya. Nggak. Saya bukan orang yang anti ASI. Tapi, saya anti “tidak mau tau kondisi yang lain”.

Betul, ASI sangat penting dan sangat bagus untuk bayi. Kalau Anda bisa dapat memberikan ASI secara penuh secara enam bulan, bersyukurlah. Kalau istri/anak/menantu/adik/kakak Anda bisa memberikan ASI secara penuh selama enam bulan – bersyukurlah. Menurut saya mendorong orang untuk memberikan ASI pada bayi cukup menyajikan fakta positif bagi keluarga (terutama bayi) karena ASI. Tetapi, tidak perlu sampai hmmm menghakimi.

Ada sudut pandang: “Susu sapi untuk anak sapi – anak manusia minum ASI” (by the way – bukan susu sapilah, tapi susu FORMULA).
Saya lebih suka menggunakan sudut pandang “Ada beberapa perempuan yang (dengan berbagai alasan) tidak bisa memberikan ASI secara penuh/total. Susu formula adalah kebaikan teknologi yang membantu perempuan”.

Seperti ini juga.

Ada sudut pandang: “Memberikan kondom gratis sama saja mendorong hubungan seks bebas”.
Saya lebih suka menggunakan sudut pandang “Kondom digunakan untuk merencanakan kelahiran yang tidak diinginkan dan melindungi diri dari penularan penyakit seksual”

Ada sudut pandang: “Gadget merupakan bagian dari penampilan dan modernitas”.
Saya lebih suka menggunakan sudut pandang “Gadget digunakan untuk mempermudah komunikasi yang perlu dan hanya dapat dilakukan dengan bantuan gadget”

Ada sudut pandang: “Melahirkan secara alami adalah segalanya”
Saya lebih suka menggunakan sudut pandang “Operasi Caesar menyelamatkan nyawa ibu dan anak pada ibu yang mengalami kesulitan untuk melahirkan secara alami (dan tidak ada pilihan lain kecuali dengan pertolongan operasi caesar)”

Ada sudut pandang: “Perempuan jangan pakai baju minim kalau tidak mau diperkosa”
Saya lebih suka menggunakan sudut pandang “Be kind. Keep your hands and feet (and penis) to yourself except to help someone (not for ‘penis’ case though).”

Saya percaya, setiap hal punya banyak sudut pandang yang bisa dipraktikan menyesuaikan situasi dan kondisi. Batasnya menurut saya hanyalah etika moral.

Seperti,
ASI mengandung kolostrum yang baik untuk bayi. Kewajiban orang tua untuk membesarkan anak hingga tumbuh menjadi manusia yang baik dan sehat. Etika moralnya adalah …

Kondom mencegah kehamilan yang tidak dinginkan dan penularan penyakit kelamin. Istri, kekasih dan anak Anda menunggu di rumah. Ayah dan ibu Anda membesarkan dengan kasih sayang dan tanggun jawab. Etika moralnya adalah …

Operasi Caesar menyelamatkan nyawa ibu dan anak pada khasus ibu hamil yang mengalami KESULITAN untuk melahirkan secara alami (dan tidak ada pilihan lain kecuali dengan pertolongan operasi caesar). Kalau dokter dan rumah sakit bisa mengantisipasi dari jauh hari untuk menghindari operasi caesar – etika moralnya adalah …

Walalupun, menurut saya, ada kondisi yang mengharuskan kita untuk ‘kekeh’. Kapan? Lagi-lagi, acuannya adalah etika moral.

Gambarnya saya pinjam dari sini.

3 thoughts on “Point of View

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s