Being good and content


Baru selesai membaca beberapa blog. Blog punya perempuan.

Terus saya mikir sambil mengingat-ingat. Kayaknya deh, hampir semua perempuan yang sudah menikah dan/atau punya anak menyatakan: to want/to learn to be a good wife and a good mother. Ingin menjadi/belajar menjadi seorang istri yang baik dan seorang ibu yang baik.

Maafkan.

Tapi kenapa?

Kenapa tidak menyatakan ingin menjadi manusia yang baik saja?

Istri yang baik dan ibu yang baik mungkin bisa jadi teman yang tidak baik, pembeli yang tidak baik, guru yang tidak baik, pegawai yang tidak baik, warga negara yang tidak baik, polisi yang tidak baik, supir yang tidak baik, penulis yang tidak baik, dokter yang tidak baik, manusia tidak baik.

Istri yang baik. Jadi ingat seorang teman yang bersusah payah jadi ‘istri yang baik’. Merelakan diatur ini itu oleh suami yang baik. Merelakan kebebasannya dirampas oleh suami yang baik. Merelakan dimadu oleh suami yang baik. Merelakan diri jadi ‘orang lain’ demi suami yang baik. Merelakan diri tidak baik pada dirinya sendiri. Lalu merasa tidak bahagia (walaupun mengaku bahagia lahir batin karena menjadi ‘istri yang baik’).

Ibu yang baik. Kadang ya, saya – yang ibu juga, mikir. Banyak ibu (termasuk saya) saking inginnya jadi ‘ibu yang baik’ – jadi mengorbankan diri sendiri. Berhenti bertemu teman-teman, karena (waktunya untuk) anak. Berhenti membeli baju cantik dan make up, karena (uangnya untuk) anak. Berhenti berolah raga, berhenti tidur cukup waktu, berhenti menikmati mandi (dan waktu buang air), berhenti membaca buku dengan relaks, berhenti melakukan hobi, berhenti menikmati saat-saat menyantap makanan, berhenti kerja, berhenti tertawa terbahak-bahak, berheti bersiul-siul, berhenti bermain hujan, berhenti jadi diri sendiri untuk jaga image, berhenti berbaik hati pada diri sendiri. Berhenti ‘berbahagia’ (tapi lalu bilang: saya ‘cukup’ atau ‘bahagia sekali kok’ dengan jadi ‘ibu yang baik’).

🙂 Kalau saya, saya ingin jadi manusia yang baik saja. Yang baik pada pasangan saya nanti. Yang baik pada anak saya. Yang baik pada teman dan rekan kerja. Yang baik pada tetangga. Yang baik pada kucing di jalan. Yang baik pada supir bis. Dan, terlebih – yang baik pada diri saya sendiri. Good and content. Amen.

Gambarnya saya pinjam dari I sign stock.

3 thoughts on “Being good and content

  1. Menjadi ibu yang baik tidak akan bisa tanpa menjadi manusia yang baik, jadi itu adalah dua hal yang sama, hanya saja seorang perempuan telah membuat harapan yang lebih spesifik dengan berkata menjadi istri atau ibu yang baik.

    Beberapa orang perlu spesifik terhadap harapannya, terutama mereka yang ingin memiliki fokus dan langkah yang pasti dalam kehidupan ini🙂 IMHO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s