A home is where my mind is


Ini tentang rindu. These stuffs, heavenly stuffs. Even the thoughts of them make my days, give bliss. Dan ya, kemana pun kamu pergi, sebesar apapun pertengkaran yang pernah terjadi, seburuk apa pun orang-orang di dalamnya, pada akhirnya kita selalu pulang untuk mencari ketenangan dan perlindungan di dalam ‘rumah’. Ada kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun, oleh apa pun. Ya kan?

  1. Bapak dan ibu: segala macam interaksi – peluk, cium, ngglendot, ngobrol, senyum, liat mereka sliweran nggak tau ngapain di dalam rumah, anter sana sini.
  2. Kakak-kakak: segala macam interaksi – peluk, cium, ngglendot, ngobrol, senyum, marah, nggrundel, liat mereka marah-marah sama anak-anaknya, liat mereka sliweran nggak tau ngapain.
  3. Keponakan-keponakan (dan anak sendiri): buat saya, pemandangan paling indah itu adalah waktu anak-anak bangun tidur: rambut acak-acakan, pakaian kemana-mana, sambil kucek-kucek mata, jalan serampangan, kadang-kadang ada iler kering di sudut bibir, belum lagi belek di ujung mata. Mulut bau, leher kecut. Tapi it is just heaven. Don’t you think so? Terus nanti agak siangan, kalau libur mereka akan bergelimpangan di lantai sambil nonton TV, kadang disambi main, kadang disambi makan, kadang disambi berantem. Belum lagi teriakan-teriakan “Ibuuuuuu!!!”. Heaven.
  4. Makanan yang luar biasa – semacam: gorengan gembus tahu tempe oncom, empek-empek, soto mie, bakso tok tok, mie ayam, megono dan nasi, cumi kering cabe ijo, sayur ijo-ijo, dan sebagainya dan sebagainya
  5. Duduk berlama-lama di meja makan, sambil ngomong ngalor ngidul, gosip sana gosip sini, curhat ini curhat itu, kemungkinan tidak terduga untuk bertengkar.
  6. Pergi ke Blado – masuk rumah yang lantainya dingin, kalau bangun pagi langsung ikut beli megono dan gorengan (terutama gembus isi hiii enakk), kalau bangun siang pasti dengan perasaan bersalah karena nggak bantuin cuci baju dan nyapu dan ngepel tapi cuek, duduk-duduk di halaman belakang sambil ngeliatin bapakku berkebun (pake kaos singlet dan celana pendek loreng plus sendal jepit), sarapan berlama-lama di meja makan sambil ngobrol ngalor ngidul, gosip sana gosip sini, curhat ini curhat itu, menyusun rencana akan makan siang dan makan malam apa (padahal, sarapan saja belum selesai. Kalaupun sudah selesai, pasti selalu ada makanan untuk dicemil-cemil).
  7. Berkaitan nomor lima ya, pasti ada deh jadwal untuk ke soto pekalongan Damudji, nasi koyor, kepiting kombor, swikee Dahlia, sate dan gule kambing, dan bakso balungan.
  8. Buat jadwal ke pasar yang hanya ada setiap hari Legi dan Pon (kalau nggak salah). Terus, pasti deh nanti beli cucut bakar buat dibikin mangut (dan sambil memilih cucut, ibuku pasti akan ngomong “Ini nanti pas ngerebus pasti bapakmu protes karena bau”). Kalau ada yang jualan pisang ambon lumut (jenis pisang ambon yang manis sekali, enak deh!), pasti ibuku beli karena Gita suka sekali makan pisang ambon ini. Dan kalau ibuku nemu yang jual, pasti cara ibuku menawar membuatku mringis dalam hati (“Piro Mbok?” – “Lima ngewu, Bune” – “Halah, wong cilik2 ngene kok. Sewu yow” – “Mboten, Bune. Weslah, Sewu mang atus, nggo penglaris” *arghhh*).
  9. Duduk berdesak-desakan di mobil pergi ‘turun’ ke Pekalongan buat belanja batik atau oleh-oleh. Di dalam mobil pasti penuh perbekalan makanan dan cemilan. Hmmmmm
  10. Pergi ke UI ketemu sama Kicky, Inaya, Mbak Ken, Mbak Meily – makan sate ayam di Fakultas Sastra, makan pecel Lele di Takor, makan apa aja di Bloc, makan bimbim bab di restoran Korea, makan ayam kremes di kantin Fakultas Psikologi. Ketawa ngakak-ngakak nggak penting. Curhat-curhat dan gosip-gosip basi yang kadang-kadang rada jahat hahahaha.
  11. Beli tahu pong goreng sama Kicky (sambil titip cium buat yang jual)
  12. Pergi ke Semarang ketemu banyak orang lucu dan baik, betmenan. Oh, saya sudah mengantongi list berisi orang-orang yang berjanji menraktir. Ceriping. Soto. Sego kucing. Tahu. Hhhhh! Yay!
  13. Dan kalau sempat, ada waktu, ada uang saku lebih: wawancara untuk tambahan data penelitian.

I really can’t wait. Miss you heaps :*

Gambarnya saya pinjam dari sini.

4 thoughts on “A home is where my mind is

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s