i, not e- Government


Ini tentang melek teknologi.

Pagi-pagi baca berita online tentang topik yang lagi hot. Judul artikelnya Gerindra: Anggota DPR Tak Wajib Paham Teknologi. Bacanya setengah gondok. Setengah kaget. Setengah “Ah… ngelawak lu!” (terus ngakak).

Saya masih inget, tahun 2007 melamar beasiswa dari Departemen Komunikasi dan Informasi. Ketika wawancara, yang jadi bahan utama diskusi antara pelamar dan komite yang mewawancara adalah: e-government dan transformasi.

Nah.

Kalau kita bicara ‘government’ – itu DPR mestinya kan masuk ya? Atau?
Kan keliatan banget, antara Departemen dan DPR itu ngga nyambung. Depkominfo lebih memilih untuk sibuk dengan urusan Ariel Peter Pan dan Luna Maya CS ketimbang memberdayakan aparat negara yang lain. DPR lebih memilih untuk sibuk berkunjung sana sini ke luar negeri untuk urusan yang tidak penting (baca: belanja dan makan-makan), menghamburkan uang negara (baca: masyarakat) yang mestinya bisa dipakai untuk kepentingan rakyat, atau untuk kursus komputer dan internet.

Tahun 2007. Sekarang tahun berapa? Itu kan empat tahun yang lalu bukan?
Dan Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Edhy Prabowo yang terhormat bilang kalau: “… anggota DPR tidak memiliki kewajiban mengerti teknologi dan dunia maya meski hal itu dibutuhkan. Kalaupun tak mengerti, menurut dia, seharusnya ada mekanisme di internal DPR ataupun dari masyarakat untuk mengajarkan anggota Dewan yang terhormat melek teknologi.
2007 – 2011, belum ada juga gitu gerakan yang nyata untuk e-goverment? Baru sekarang DPR bilang minta diajarin untuk melek teknologi?

Itu, masalah Sidang Pariporno, apa sih artinya?
Sebenarnya mereka punya akses internet yang memadai kan? Orang bisa mengakses video bergerak ala 3GP kok. Berarti kan sinyal internetnya kuat? Kalau bisa mengakses video porno saat sidang, berarti bisa dong mengakses websitenya Depkominfo yang “gencar” menggalakan e-government dan tranformasi? Berarti sebenernya nggak buta-buta amat dong dengan teknologi? Kenapa nggak browsing tentang dimana bisa mendapat pelatihan internet dan komputer? Kenapa nggak browsing tentang bahayanya punya email gratisan? Kenapa nggak browsing gimana buat blog gratis, dan nulis hal-hal bermutu di blog? (Jadi ingat setidaknya dua blogger kecil, Mbak Ibit dan Eunice – malu dong ah!)

Gimana rakyatnya mau melek teknologi (nggak heran ketinggalan jauh dari negara-negara tetangga dalam hal melek teknologi), kalau pemerintahannya nggak punya kesadaran sendiri untuk mau tahu manfaat positif melek teknologi? Sebenernya, negara ini mau dibawa kemana sih, Paman dan Bibi?

By the way, i is for ‘ignorant’.
Simón Bolívar: An ignorant people is the blind instrument of its own destruction.

Gambar diambil dari blog ini.

6 thoughts on “i, not e- Government

  1. mba titut punya koleksi 3gp gak? hehehe minta dongg, anggota DPR aja boleh…
    sudah tahun 2011 gini kok gak melek teknologi! APA KATA GAYUS?!

  2. kenapa harus protes, namanya juga wakil rakyat. berapa persen rakyat indonesia yg melek internet? berapa persen rakyat indonesia yang demen bokep? wajar tho kalo diwakili.

  3. kenapa harus protes, namanya juga wakil rakyat. berapa persen rakyat indonesia yg melek internet? berapa persen rakyat indonesia yang demen bokep? wajar tho kalo diwakili. hahahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s