Methodology is prejudice



Ini tentang metode penelitian.

Sekolah saya sekarang mengubah cara saya berpikir tentang “metode penelitian”. Jaman dulu *haha*, pertama kali saya belajar tentang metode penelitian, bangga sekali rasanya pakai buku Newman. Saat itu, buat saya, metode penelitian itu terbagi paling tidak dalam dua ranah yang berbeda: kuantitatif dan kualitatif. Dua-duanya bisa dipakai, tetapi susah berdamai satu sama lain. “Wah, cara berpikirmu kualitatif sekali” – atau sebaliknya: “Wow, kamu kuanti sekali ya!”.

(post) Positivist. Constructivist. Critical. Dan saya merasa hebat. Haha.

Lalu, ketika saya makin cerdas, saya belajar bahwa arus utama metode penelitian itu dibangun dengan cara yang sangat maskulin. Laki-laki selalu jadi ‘aktor’ utama dalam ilmu pengetahuan, dan… metode penelitian. Sehingga sudut pandang penelitian condong ‘meminjam’ cara pandang maskulin, yang sering kali tidak peduli pada bentukan sosial – social construct. Lalu, saya merasa ‘perlu’ untuk menghindari penggunaan metode-metode penelitian maskulin ini demi menghindari (dan membongkar) bentukan sosial – false consciousness. I was ‘say no to surveys’ dan juga ‘not to positivism’.

Sampai beberapa bulan lalu – ketika mulai membuat penelitian: saya panik. Penelitian saya, tadinya (maunya) tentang (pengetahuan) perempuan. Iya, penelitian saya tentang feminisme – yang, tentu saja, ‘ menghindari penggunaan metode-metode penelitian maskulin. TAPI – saya nggak punya data, yang hanya bisa diperoleh lewat penelitian berbau maskulin. Serba salah.

Sampai, “Surveys help to identify patterns and tell the “current state of affairs for women” (Miner-Rubino & Jayaratne, 2007, pp 297). Lalu saya ingat, suatu hari peneliti dari Pakistan masuk ke ruang kelas, bilang: “Kita perlu meneliti kekerasan terhadap perempuan berdasarkan lokalitas. Tiap budaya punya penjelasan sendiri tentang fenomena itu. Dan ya, pendekatan kritis (yang sangat tidak maskulin) dibutuhkan untuk membongkar mitos. TAPI – kita tetap butuh tau berapa banyak jumlah korban. Bukan untuk alat generalisasi, melainkan untuk mendapat data dalam bentuk angka – lalu kemudian tahu jumlah fasilitas (medis, misalnya) yang dibutuhkan untuk menolong korban. Artinya, kita butuh “pinjam” metode survey”. Dan akhirnya, saya melakukan metode survey untuk kebutuhan kritis. Bingung dan merasa bodoh (tapi diberdayakan).

Feminist standpoint theory (sudah diusulkan menjadi: feminist standpoint empiricism). Bukan positivisme. Bukan konstruktivisme. Bukan kritikal. Mungkin lebih pada posmodernisme yang agak keras kepala: punya sikap. Standpoint.

Memberdayakan. Pendekatan ilmu ala gado-gado: boleh pakai apa saja, untuk memberdayakan (tidak hanya perempuan, tapi juga kelompok tertindas *yang pada umumnya punya sifat bentukan sosial feminin* – bingung? Ya, begitulah.). Pendekatan ilmu satu ini punya satu syaratnya: peka. It is to raise important questions about the way ‘power’ influences knowledge in a variety of fields (Harding, 1986), to improve the lives of women (or opressed group) (Rubino & Jayaratne, 2007).

Sekarang saya sedang melakukan penelitian lain. Semua orang bilang: Itu kan positivis! Kamu kan pakai penelitian feminisme! Nggak konsisten!!!!!!!!. Prejudice.

Ya, saya juga sedang belajar – untuk tidak konsisten (posmodernisme) dengan cara yang (sangat) keras kepala. Feminist stanpoint empiricism. Baru belajar. Banyak belajar. Ignorance is bliss.

Gambar diambil dari sini

One thought on “Methodology is prejudice

  1. mba tituuuuut…baca judulnya saja sudah membuat aku merinding disko. tetapi, akhirnya keras kepala karena daya pikat gambar

    dan setelah membaca aku tidak mampu untuk berkomentar dgn bobot seberat seterdengarnya “Feminist stanpoint empiricism”

    aku harap mba titut enjoy tidak konsisten, seenjoy aku mengerjakan skripsi *entah ini doa yang baik atau buruk, biar tuhan yang terjemahkan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s