You have clicked into my <3


Ini lagi-lagi tentang perilaku online-offline. Saya setuju sekali sama Nardi (2005) yang bilang hidup itu nggak bisa dipisah secara saklek antara offline-online. He suggests cyber activities, by nature, derestricted both on line and off line (face to face) interface.

Soal yang ini, iya. Saya ngaku deh: kalau mengacu pada skill based, saya cukup modern lah.
Saya punya akun blog beberapa biji.
Saya juga punya akun facebook beberapa biji.
Saya punya akun twitter.
Itu doang sih, tapi cukuplah. Temen yang ketemu lewat online juga.. yah, lumayan. Bahkan beberapa diantaranya, saya belum pernah ketemu. Dalam hal temen, saya masih yakinlah: pertemanan di dunia online sama nyatanya dengan pertemanan di dunia nyata (offline).

Nah…masalah saya itu lebih ke moral based waktu beronline ria.

Ini nih, saya mau ngaku ceritanya. Ada ya, hmmm – pokoknya adalah. Temen di dunia online. Laki. Ketemu juga belon pernah. Kenalan juga karena sama-sama blogger. Setelah dua atau tiga kali chat di skype (nggak pake webcam, nggak pake voicemail) – bisa-bisanyalah loh, si laki ini nawarin saya jadi pacarnya. Terus, pas saya bilang “Eh! Saya udah punya anak loh!” dengan entengnya, dia ngetik: “Saya juga udah punya anak, punya istri juga”.

Lah? Waktu saya ingetin untuk “setia” #TSAH, dengan entengnya pula, dia ngetik: “Kan nggak papa. Kan online. Nggak beneran :*”
Iya, dia nambahin tanda :* (cium). Wadoh. Saya tanya, nggak kasian sama istrimu? Kalau dia sampai tahu – biar online juga, pasti nggak enaklah hatinya. Dengan entengnya (lagi), dia ngetik: “Nggak, nggak bakalan tau kalau kamu nggak bilang”.

Ya sudah. Saya removed lah dia dari daftar teman saya di skype.

Itu tuh, bukan cuma sekali dua kali. Ajakannya juga bukan sekadar :* (cium) atau >:)< (peluk), tapi juga sampai urusan dewasa. Agak serupa, ketika saya ingatkan soal urusan hati pasangannya kalau sampai tau kelakuan dia- jawabannya: "Ini kan cuma online, nggak beneran. Asal dia nggak tau isi chatnya, ya nggak bakal apa-apa. Orang saya nggak ngapa-ngapain sama kamu.”

“Nggak ngapa-ngapain sama kamu”.

Maksudnya nggak ngapa-ngapain itu nggak ngapa-ngapain secara fisik, kan? Tapi lalu, berkomunikasi itu termasuk kategori nggak ngapa-ngapain? Atau gimana sih?

Jadi, kalau saya chat, dan ngetik: “Anjing kamu!” itu termasuk kategori nggak ngapa-ngapain?
Terus, gimana ya orang-orang ini bisa menjelaskan khasus Prita? Neng Prita kan nggak ngapa-ngapain, cuma ngetik? Harusnya, kan nggak termasuk ngapa-ngapain. Terus kenapa bisa masuk bui?
Dan bisa nggak mereka nerangin “tidak berartinya pesan yang mereka ketik” – untuk kasus blogger dari Singapura yang ngaku dirinya itu homoseksual? Kan dia cuma ngetik? Tapi terus diberhentikan dari tempat kerjanya plus blognya ditutup.

Emang sih, jari jauh dari bibir. Jauh dari kelamin. Tapi, masalah isi pesan, itu kan “something“. Iya nggak sih? Kalau menurut saya – dalam hal ini, komitmen di dunia nyata (offline) itu yang jadi “rantai penghubung” dengan persona kita di cyberspace. Itu menurut saya loh.

Terus, konteks juga penting. I don’t know how to explain, tapi saya bisa sekali merasa kan “invisible” konteks ketika sedang berkomunikasi online. Saya tetap bisa mengetik :* (cium) atau >:)< (peluk) dengan pertimbangan moral minimum. Minimum, karena saya yakin (dan pasti) bahwa yang sedang berkomunikasi online dengan saya juga tahu kalau :* (cium) atau >:)< (peluk) itu tidak berarti apa-apa, kecuali: akrab. Sama nilainya ketika saya menulis "balang Lowo pake Slam. Nggak ada yang sakit fisik (karena chatting online). Nggak ada yang sakit hati (karena akrab). Itu pun hanya sebatas :* (cium) dan >:)< peluk. TIdak meningkat pada percumbuan dewasa di dunia maya.

Nah, yang menarik – berbasis online flirtingini, yang selalu diberi alasan: “ini kan cuma online, ngga beneran. Orang saya nggak ngapa-ngapain sama kamu” – saya yakin, banyak perselingkuhan terjadi. Mungkin juga perceraian. Mungkin (tapi rasanya iya *ngotot* haha).

Masalahnya, menurut saya loh: buat nyebrang dari dunia online ke dunia offline, itu hanya sebatas niat. Sementara – lagi-lagi menurut saya, kalau niatnya baik pasti nggak akan mengecilkan pasangan dengan bilang: “ini kan cuma online, ngga beneran. Orang saya nggak ngapa-ngapain sama kamu”.

Eiya, tau nggak lagunya Le Tigre: Get Off the Internet? Enak deh.

(Get off the Internet!) I’ll meet you in the street (Get off the Internet!)

Gambar diambil dari sini

15 thoughts on “You have clicked into my <3

  1. Nice post. Well.., kalau saya jelas gak sudi kalau istri saya main cium2 di window chat dengan cowok lain. So… i refrain from doing the same🙂

  2. Time can never mend
    The careless whisper of a good friend
    To the heart in mind
    Ignorance is kind
    There’s no comfort in the truth
    Pain is all you’ll find

    I feel so unsure
    As you take my hand and lead me to the dance floor
    As the music dies
    Something in your eyes
    Calls to mind a silver screen
    And all it’s sad goodbye

    I’m never gonna dance again
    Guilty feet have got no rhythm
    Though it’s easy to pretend
    I know you’re your not a fool

    Should have known better than to cheat a friend
    Waste a chance that I’ve been given
    So i’m never gonna dance again
    The way I dance with you, oh

  3. menurutku bisa juga itu perilaku new onliner… jadi lagi seneng2 nya dan ndeso2 nya.. tapi kalau buka ya berarti penyakit… seperti orang yg sudah enikah tapi maish suka main sms an sama orang nggak dikenal… kasihan sebenernya….

    btw, merujuk opiniu ttg banyak perceraian krn kasus spt itu, hehe kemarin hari suamiku bilang berapa persen kasus perceraian dikarenakan fesbuk.. hehe.. maka dari itu gunakanlah fesbuk searif ungkin, bermainlah cityville…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s