Saya adalah minoritas


Tulisan ini bukan SARA. Tetapi, ya. Tulisan ini tentang SARA.

Hari ini saya membaca penyegelan gereja di Bogor dan Jogja dari sini. Ada satu paragraf yang membuat saya terdiam selama beberapa saat:

Dua kasus di atas ini adalah contoh bahwa kaum minoritas harus terus berjuang untuk memperoleh haknya dalam beragama dan beribadah. Hukum dan konstitusi ternyata tak cukup jadi payung dan jaminan kebebasan beragama di negeri yang katanya menjamin dan melindungi kemerdekaan setiap warganya untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing penduduknya.

Ras saya adalah Asia. Saya beragama katolik. Darah tionghoa mengalir dalam tubuh saya. Dan, ya: saya perempuan.

Kalau ada huru hara agama, saya berpotensi menjadi sasaran. Kalau ada huru hara etnis, saya (lagi-lagi) berpotensi menjadi sasaran. Dan, baik huru hara agama maupun etnis – saya mejadi sasaran paling empuk menjadi korban karena saya perempuan.

Lucunya, tanpa huru-hara pun – saya tetap berpotensi menjadi korban. Dalam institusi agama, saya akan selalu menjadi warga kelas dua. Lagi-lagi, karena saya perempuan. Kitab suci mendorong para laki-laki dari berbagai agama untuk menjadikan perempuan sebagai minoritas. Minoritas karena (kata kitab suci) perempuan itu lemah: lemah akhlak, lemah fisik, lemah moral. Hidup dalam institusi sosial pun sama saja. Tionghoa, sebagaimana layaknya jawa dan etnis menempatkan perempuan sebagai minoritas yang jiwanya direndahkan: dapur, tempat tidur, sumur.

Sebagai katolik, mereka menimpakan tuduhan kristenisasi pada saya. Sebagai tionghoa, mereka menimpakan tuduhan mengambil alih kekuasaan pada saya. Sebagai perempuan, mereka menimpakan tuduhan mau mengalahkan laki-laki pada saya.

Dan, apa pun alasannya mereka akan membungkam saya. Menyegel gereja. Membatasi keanggotaan berpolitik. Menyekap saya dalam keluarga dan rumah tangga.

Saya adalah minoritas dari segala sisi. Dan ketika saya menulis postingan ini, kepala saya memainkan sebuah film: perempuan, buta huruf, tionghoa, animisme, hamil krn diperkosa, lesbian, cacat fisik.

Saya memang berbeda. Saya minoritas. Tapi saya (ingin jadi) manusia.

Dan kamu, yang mayoritas: adalah tuhan.

Gambar diambil dari sini.

13 thoughts on “Saya adalah minoritas

    • Haha nggak juga Slam. Krn, hukum alamnya yg mayoritas akan fight back (dg kekuatan lebih besar) untuk membungkam yang minoritas.

  1. hahaha klo kasus itu hmmm agak sulit sih tinggal dilihat dari kaca mata yang mana? karena saya pernah merasakan jadi minoritas maupun mayoritas

  2. untuk menanggapi postingan ini saya harus berhati-hati😀

    jadi sebenarnya begini *halah*
    dalam agama yang saya anut (yang kebetulan jadi mayoritas di Indonesia), apabila memang benar ajarannya diikuti maka tidak ada yang namanya penindasan untuk kaum minoritas.
    apa yang terjadi sekarang ini memang kebanyakan karena pemahaman yang berbeda menyikapi soal minoritas dan mayoritas, ada hal yang melenceng dari penerjemahan ajaran.

    singkatnya sih begitu..gak berani bicara banyak soalnya pemahaman agama saya masih cetek. yang penting sih saya berusaha menghormati all human being. thats it, thats all..

  3. Daeng, aku ga ngomong soal agama kok. Eh, tapi ngomong ding. Hehe. Pada kenyataannya, posisiku (perempuan) dan perempuan lain – itu selalu jadi minoritas (baca tidak punya power) dalam setiap agama. SElalu jadi lapisan dibawah lapisan laki-laki.

  4. Perang apa aja dek. Pernah nonton three most dangerous countries in the world for women nggak? Yang perang itu biasanya: pemerintah, pemberontak dan bantuan (militer) dari luar negeri. Nah, nanti kan saling bantai tuh – tapi, yang jadi sasaran brutal pertama adalah (tubuh) perempuan. misalnya, si ayah ga mau ngaku – pasti yang dipake alat untuk buka mulut itu kalau nggak anak2 ya perempuan2. Jaman penjajahan Belanda dulu juga gitu kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s