If you see Cupid,


bitch, slap that little punk for me, will ya? Pagi ini, saya mendapat email dari seorang kawan, *****@pacific.net.id tentang pembodohan bangsa yang dilakukan oleh orang bodoh *jadi, siapa yang lebih bodoh: Batman atau Robyn?* Kali ini, media pembodohannya lewat penolakan dan pengharaman perayaan Valentine day dengan alasan: budaya barat dan agama Kristen.

Jadi ingat, beberapa tahun lalu seorang mahasiswa saya mengajak ikutan gerakan anti Amrika dengan tidak minum coca cola dan tidak makan McD *gampang banget untuk menyatakan diri anti Amerika*. Saya tolak dengan menjawab: “Artinya, saya juga harus berhenti mengajar kalian – karena sebagian besar buku saya ditulis oleh penulis Amerika, diterbitkan oleh penerbit Amerika, di Amerika.

Ayolah, berpikir keras sedikit. Kalau bicara soal Amerika, bicara soal budaya Barat: bentuk perilakunya lebih dari sekadar merayakan hari Valentine dan makan McD dan minum Cocacola. Ayolah, update sedikit. Tambah wawasan. Hari Valentine itu nggak ada hubungannya sama agama. #Doh!

…. atau, jangan-jangan kamu jomblo akut?😀 Soalnya di negara2 “Barat” – banyak juga yang nolak merayakan hari Valentine. Alasanya? Tiap tanggal 14 Februari harga coklat jadi naik: ujung-ujungnya duit. Pacar nuntut kado khusus hari Valentine: ujung-ujungnya duit. Pacar minta merayakan hari Valentine di restoran mahal: ujung-ujungnya duit. Atau …. karena mereka tidak punya teman untuk merayakan hari Valentine: alias jomblo dan hubungan tak harmonis dengan keluarga.

Gambar diambil dari sini nih!

Berikut, email teman saya tersayang🙂

======================================

PROSES PEMBODOHAN BANGSA SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN

Kawan2 yang budiman,

Sore ini tak sengaja saya menonton berita di Metro TV. Ada sekelompok mahasiswa di Jawa Timur yang berdemo menolak Hari Valentine. Ada sekolah2 di Sumatera yang dirazia oleh guru2nya, tas2nya dibuka untuk mendapatkan coklat atau hadiah2 Valentine. Pasalnya ada fatwa MUI Sumatera Utara yang mengharamkan Valentine, karena katanya Valentine itu budaya agama Kristen, haram hukumnya merayakan hari keagamaan agama lain dan budaya Barat. Kedua, Valentine selalu diikuti oleh perbuatan2 yang bertentangan dengan moral. (Pemirsa TV-perempuan- yang telpon ke TV sangat menyetujui demo dan razia tsb.

Kejadian2 ini membuat saya perlu “melampiaskan” perasaan saya ini kepada kawan2. Apa gerangan yang tengah melanda negeri kita ? Proses pembodohan berkedok agama, luar biasa marak. Seolah tidak cukup dengan kekerasan yang konyol melalui peristiwa Cikeusik dan Temanggung kemarin.

Belajar darimana ya mereka, khususnya orang2 yang mengharamkan Valentine Day, sehingga memperoleh data bahwa:

(1) Valentine Day adalah hari keagamaan orang Kristen ? memiliki makna khusus secara “akidah” keagamaan ?

(2) Valentine Day disertai perbuatan yang bertentangan dengan moral ?

Barangkali justru pikiran mereka sendiri yang kotor, selalu mengasosiasikan kata “kasih sayang” dengan perbuatan maksiat. Sungguh2 mereka tidak berpikir bahwa di dunia ini ada relasi2 yang membutuhkan ekspresi kasih sayang kepada ibu, ayah, anak, guru sekolah, guru musik, guru ngaji, paman, oom, kawan, sahabat, dll, yang jauh dari pemikiran “ngeres” dan maksiat ? Ini sungguh2 pandangan menyesatkan, yang sukar diterima oleh logika sehat dan nurani kemanusiaan yang paling esensial.

Taruhlah, bila mereka anti budaya Barat, tempat di mana Valentine dianggap berasal…ya jangan menggunakan semua yang berasal dari Barat (teknologi, termasuk mobil, pesawat terbang, alat telekomunikasi, makanan, pakaian yang kita pakai sekarang, dll dll bukankah itu semua budaya Barat ?)

(4) Mengapa mereka tidak mengharamkan misalnya kasus2 perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan dan penyiksaan di luar negeri oleh majikan2 di negara2 Timur Tengah, Malaysia, Singapore ?

atau kasus2 korupsi, atau perbuatan keji menenggelamkan tempat tinggal ribuan orang dan harta benda di lumpur Lapindo ? dll…dll….

Sangat disayangkan bahwa pandangan2 yang menyesatkan, yang sekaligus disertai stereotipi anti keberagaman (anti merayakan hari raya agama lain –itupun salah informasinya), disosialisasikan di kalangan anak2 muda terpelajar (anak sekolah, mahasiswa), sampai mereka harus berdemo, dan dirazia ! Dimana ada di dunia ini, guru2 merazia kado dan cokelat ? Benar2 menjungkirbalikkan akal sehat….

12 thoughts on “If you see Cupid,

  1. hehe tentu mbak. keyakinan yang tak ada hubungan dengan agama atau iman tentunya🙂 aku juga tak pernah merayakan. dan hmmm untukku merayakan valentine itu membuang2 waktu (dan uang).

  2. haha, lha aku pernah dioffline di yahoo mengajak untuk tidak pake facebook, karena facebook bikinan orang yahudi… .. lha wong yahoo wae kemungkinan bikinan orang yahudi…

  3. btw, aku merayakan valentine…
    walaupun tidak tahu asal muasal valentine itu apa..
    tapi dari artinya ‘hari kasih sayang’…, jadi mengingatkan untuk at least memberi ungkapan kasih sayang pada orang yg kita sayangi…. rak ketang setahun pisan, daripada ora babar blas… ..

    • aku ndak pernah tuh. Apa ya…. merasa ndak ada gunanya dan buang2 uang. Gita juga ndak aku biasakan. KEmarin dia sempat tanya sih, soalnya teman2nya pada tuker2an kartu. Terus aku bilang aja: dia bisa kasih kartu gambar hati dan coklat ke temennya untuk nunjukin dia care ke temennya kapan aja. nggak usah tgl 14. hohohoho

  4. saya egak ngerayain tapi terkena efeknya juga mba
    *dapet bagi bagi coklat, lumayan*
    soal mengait-ngaitkan valentine dengan agama dan haram itu lucu, lucu byanget…
    dalam hal ini seperti kerisnya empu gandring, yang disalahkan bukanya ken arok, eh malah yg disalahkan empu gandringnya

  5. Hihi…baca2 tulisan mbak Titut, ketemu tulisan ini.
    Saya ngga merayakan Valentine kok mbak. Bukan karena anti, tapi karena nggak diajak dan ngga ada yang ngasih coklat atau permen atau hadiah. Sejatinya sih pengiiiiiiinnnn juga. Yoi…secara saya kan masih muda to? Lagian siapa sih yang enggak pengin dikasih coklat, dilimpahi kasih sayang, dapet kado diajak dinner di tempat romantis plus..plus lainnya.
    Dan kalo ada cewe yang ngga suka diperlakukan kek gitu perlu diperiksakan keknya.. hihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s