World’s best career!* :)


This post is for my mum🙂

Pagi ini saya dan sahabat saya berkiriman email. Saya berterimakasih sungguh, karena saya bisa belajar sesuatu.
Banyak perempuan istri dan ibu rumah tangga penuh waktu kadang merasa tidak berguna: karena hanya tinggal di rumah, ngurus suami dan anak, tidak berpendapatan, tidak berkarir, dan lalu merasa tidak punya apa pun untuk dibanggakan.

Menurut saya: SALAH. Tau tidak, menurut saya paling tidak ada dua hal penting untuk dipertimbangkan oleh para ibu/istri, untuk sebaiknya mulai percaya bahwa menjadi ibu/istri adalah karir. Karir yang sangat bagus, malah!

PERTAMA
Istri dan ibu rumah tangga adalah karir. Saya selalu mencantumkan “full time house-mum” dalam daftar riwayat hidup saya, dibagian latar belakang pekerjaan. Istri dan ibu adalah posisi yang menggambarkan posisi ‘atasan’ di sebuah perusahaan. Coba, liat deh artikel tentang menjadi atasan yang baik ini. Merasa tidak, sedang membaca tentang “Anda” sebagai ibu dan istri? Hahaha

Ini adalah syarat untuk jadi bos yang baik dalam artikel itu, yang saya tahu (dan yakin) pasti dilakukan oleh semua ibu/istri, cek deh:

  1. Realize that management succeeds via the efforts of the workers (tidak bisa jadi istri kalau tidak ada suami, tidak bisa jadi ibu kalau tidak ada anak2. mau baik kayak apa, kalau tidak dinikahi – tidak akan jadi istri. mau baik kayak apa, kalau tidak punya anak, tidak akan jadi “Ibu”. Family is a team. Ah, saya yakin – pasti kita semua tau itu kan? haha).
  2. Delegate responsibility and then trust your people (“Dek, tolong taruh piringnya di dapur ya?” atau “Pak, nanti tolong mampir di supermarket beli ini ya”. Pernah?)
  3. Know your employees to know your strength (pasti Anda tahu kelebihan/kekurangan suami, pasti tahu kelemahan/kekurangan anak, dan Anda tahu kelemahan/kekurangan Anda – dan semua itu tidak mengurangi kebahagiaan dan keriangan Anda ada dalam keluarga yang sekarang)
  4. Clone yourself – many times (Mengajari anak membaca, menulis, bernyanyi, banyak hal. Menulari suami untuk ikut-ikutan suka nonton sinetron hahaha)
  5. Empower your staff (“kamu bisa kok, dek!” atau “Ah, Papa hebat deh!” Pernah?)
  6. Create a clear chain of command (“Pak, nanti jangan lupa ingatkan si Ade untuk a, b, c, d, e, f, g” Pernah?)
  7. Help them learn to work out issues without your intervention (Dapur berantakan kalau suami berinisiatif masak, pernah?)
  8. Deal with any problems quickly and directly (Tiba-tiba anak Anda panas saat pesta, dan Anda tau apa yang harus segera dilakukan. Pernah?)
  9. Tell your staff how much you appreciate them – in front of customers if possible. (“Ah, Papa hebat ya dek?” atau “Gambarnya bagus deh, Nak. Ya kan Kak?” Pernah?)
  10. Show your appreciation by doing things for them (“Ini, Mama buatin kue kesukaan Kakak – hadiah krn Kakak bantu adik kemarin” atau “Makasih ya Pa untuk tadi malam. Mama punya hadiah kejutan untuk Papa”. Pernah?)
  11. Share your goals with your employees (“Mama pingin deh tahun depan kita bisa liburan sekeluarga”. Pernah?)
  12. Learn to be an effective listener (diam sementara suami/anak Anda berkeluh kesah tentang sekolah/kerjaan. Pernah?)
  13. Have a little tolerance in your heart (“Wah, pulang kantor ga dicium. Ah, mungkin capek” atau “Kok rapotnya sekali ini jelek? Hmmm mungkin dia sedang bosan sekolah” Pernah?)
  14. Have fun with your staff (Menggelitiki, mencium, memeluk suami/anak karena hanya senang dan tau mereka juga akan merasa senang karena Anda gelitiki/cium/peluk. Pernah?)
  15. Courage, a positive attitude, patience, empathy, faith, inspire (Ahhh, pasti pernah!).
  16. Be the boss (di atas segalanya, Anda tetap merasa tanggung jawab anak/rumah adalah tanggung jawab Anda. Dengan senang hati, melakukan itu. Pernah merasakan itu?)

KEDUA
Ibu/istri tidak akan pernah mengalami penyakit kejiwaan “post-power syndrom”. Taukan, banyak orang bekerja (apalagi yang tadinya menduduki posisi sebagai bos di kantor), yang setelah pensiun jadi agak-agak gimana gitu.
Menurut saya, ibu/istri tidak akan pernah mengidap penyakit kejiwaan ini. Selamanya, kalian tetap istri/ibu. Sepanjang masa, no matter what!🙂

gambar di ambil dari sini.

*Menurut saya, beberapa perempuan tidak memilih kedua karir ini, apa pun alasannya. Karir kan banyak, nggak hanya ibu dan istri. Tidak berarti mereka tidak hebat. Saya berpendapat, menjadi perempuan adalah anugrah, karena perempuan itu hebat. No matter what!

3 thoughts on “World’s best career!* :)

  1. soal being a house-mum really inspiratif
    soal post power syndrom, well, jangankan yg dah pensiun, aku yg kerja aja takut nganggur. hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s