Locked up abroad


This morning, I read facebook-mail from my sister, there in Netherlands. Somehow, I know what she meant. Also, somehow she knew, what I need now. I thank her sooooo much. This is part of her email, I share with you:

========================================
…..
hr ini belum sempet nnton tivi yg serius. krn pagi ngajar bhs inggris. n hbis itu buru2 makan.. brunch.. sambil nnton tivi. zapping aja.. n terpaku di national geography channel yg lg muter program dokumenter : locked up abroad.

most cases yg diputer di program: locked up abroad itu adalah kasus penyelundupan obat bius (heroin, ganja, dkk). biasanya aku nonton tanpa rasa empati krn si mantan pelaku (yg bertobat dan bersedia menceritakan pengalaman hidupnya spy jd pelajaran utk org2 lain) memang mencoba melakukan penyelundupan obat bius itu dg sadar.

tp kasus yg aku tonton hr ini tadi rada lain. ceritanya ttg seorg perempuan irlandia yg bersuamikan org kulit hitam. gak tau dr mana, krn aku telat nnton. pas mulai nnton, dia sdh ada di Equdor utk menolong seorang kenalan (entah teman, entah saudara suaminya), kulit hitam jg, yg katanya minta pertolongan. minta dijemput krn mengalami kesulitan utk keluar dr equador.

eh, pas udah disamperin jauh2 dr inggris ke equador, si kenalan ini sikapnya aneh. diajak buru2 ke kedubes inggris ngelak2 terus.. pdhal ternyata kedubes inggrisnya letaknya cuma di belakang hotel tempat si perempuan ini nginep.

dia malah ngajak perempuan ini jalan2 ke pasar tempat turis2 biasa belanja oleh2. jadilah si perempuan ini belanja macem2 utk oleh2 keluarga dan teman2nya di inggris. saking banyaknya belanjaan, si laki2 ini ngusulin dia utk beli ransel. ditolongin beli. trus mereka naik taksi utk balik ke hotel tempat si perempuan ini nginep. tp di tengah jalan, si laki2 ini nyuruh dia makan siang sm pacarnya.. wktu awal dikenalin ke pacarnya, si perempuan ini merasa aneh, krn si laki2 ini di inggris sana udah beristri. tp krn gak ada kesempatan utk tanya, dia diem aja.

pas dia dan pacar si laki2 ini turun dr taksi utk makan siang, si perempuan ini dah mau ngambil belanjaannya dr bagasi taksi, tp dilarang sm si laki2 itu. dia bilang, nnti dia balik lg stlh 10 menit (krn dia bilang dia mau ke suatu tempat dulu).

ternyata kmdn dia telp bilang, gak balik lg dan akan ngedrop belanjaan si perempuan ini di hotel keesokan paginya. keesokan paginya si laki2 nggak nongol. yg nganterin tas malah pacarnya.

si perempuan ini kesal, marah, kecewa, sedih.. semua perasaan campur aduk jd satu. dan tujuannya cuma satu, cepet2 balik pulang ke irlandia.. keesokan harinya dia beneran berangkat balik ke irlandia. smp dia masuk ke pesawat semua baik2 aja.. walaupun di meja imigrasi paspornya sempet dicek dan dia ditanya2 macem2 sm petugas.. tp semua org jg dpt perlakuan yg sama dan dia gak curiga.

pas dia lg sibuk masukin koper kecil ke cabinet pesawat di atas tempat duduk, tiba2 pesawat diserbu masuk sm polisi bersenjata. mereka semua nyebut2 nama dia.. dia ngacung. diminta nunjukin pasport, dia tunjukin. disuruh ngambil cabin baggage jg. trus disuruh turun dr pesawat… digiring balik ke airport. wktu dia masuk lg ke airport ke bagian pengecekan bagasi, dia lgsung nalar. apalagi dia liat seekor anjing pelacak yg terus ngendus2 tas ranselnya (bagasi dia yg belum dimasukin ke pesawat krn dicurigai memuat obat2an terlarang). dan ransel itulah yg dibelikan si laki2 laknat kenalan dia dan sempet dibawa entah kemana dan baru dibalikin ke dia keesokan paginya via pacarnya.

petugas/polisi bandara tanya apa ransel itu bener milik dia. dia bilang iya. mereka minta ijin utk memeriksa ransel itu dan koper dia yg satunya lagi. semua dibongkar. gak ada yg aneh. gak ditemukan obat bius apapun. tp si anjing pelacak kekeuh curiga abis2an sm tas ranselnya. sampai akhirnya salah satu polisi mencurigai bagian dasar ransel. akhirnya diputuskan utk nyobek dasar/alas ransel dg pisau. bener.. ternyata si laki2 jahanam kenalannya itu mbongkar dasar/alas ransel dan diisi dg 2 kantong heroin murni. trus kain alasnya dibenerin lagi pakai lem khusus. dan si perempuan itu bilang, emang sepanjang hari sesudah ransel itu dibalikin ke dia, kamar hotel dia baunya aneh banget. dan wktu itu dia ngeh ternyata bau lem yg dipake utk melekatkan kembali alas ransel stlh dibedel utk nyimpen n nyembunyiin heroin.

dia pingsan mendadak begitu menyaksikan si polisi mengeluarkan 2 kantong heroin dr dlm dasar/alas ranselnya. stlh 2 th mendekam di penjara khusus perempuan di equador itu baru dia dpt vonis.. 8 th hukuman penjara dg tuduhan kepemilikan dan usaha penyelundupan heroin.

untung… apapun situasinya, kata untung ini pasti selalu bisa diucapkan… dia dpt teman2 yg baik selama di penjara yg dr hr pertama dia dimasukkan ke sana, sdh begitu perhatian sm dia. dpt sel yg dipan pun cuma dg tripleks tambal sulam tanpa kasur, apalagi selimut… 2 org napi perempuan nyamperin dia dan minta selimut n bantal ke petugas dan nganterin ke dia. dan sejak itu mereka itu jd sahabat dia selama di penjara.

suaminya yg org kulit hitam tetap setia menanti di irlandia jg terus dirundung musibah. di bulan yg sama ketika dia ditangkap di bandara, ibu suaminya meninggal. 5 bulan kemudian ayah suaminya meninggal jg.. pokoknya hampir selalu terjadi, ketika musibah menimpa, si musibah pasti membawa teman2 dan handai taulannya… dg kata lain, musibah datang dan menimpa bertubi2 seolah gak ada habisnya.

dia depresi berat. tp kept going with her life di penjara. suatu hari ditengokin sm suaminya dan ketika itu dia tau, suaminya bener2 cinta sm dia. suaminya jg cari pengacara baru. usul dr si pengacara yg baru itu : escape dr penjara.. lewat rumah sakit. haha.. semua sdh diatur. dokter yg biasa visit ke penjara jg sdh
bersedia membantu.. kasih rekomendasi utk dia spy bisa dikirim ke RS. si pengacara sdh nyiapin paspor palsu. pengacara dan suaminya akan nunggu di luar RS, siap nunggu dia escape dan bawa ke negara tetangga.. dr situ mereka rencananya akan terbang balik ke irlandia via amsterdam.

tp stlh dia smp di RS, ternyata dia gak punya cukup keberanian utk lanjut dg rencana.. stlh 4 hr di RS (sesuai rencana), alih2 melarikan diri, dia tetep tinggal di RS sampai akhirnya dikirim balik ke penjara. dan ketika itulah dia berdamai dg dirinya sndiri dan mulai menyibukkan diri dg menulis catatan harian utk menghabiskan wktu menjalani hukuman penjara. pasrah dg rela.

keajaiban terjadi.

baru 5 th menjalani hukuman, equador punya presiden baru yg jauh lbh baik.. lbh memperhatikan aspirasi dan inspirasi rakyat. dan dia dikasih grasi. bebas dan boleh pulang kembali ke negaranya.

hal pertama yg dia lakukan stlh keluar dr gerbang penjara, pusing kliyengan mendadak krn selama 7 th (2th + 5 th) gak pernah kontak lgsung dg dunia luar yg hingar bingar dan bising luar biasa. stlh bisa menyesuaikan diri, dia pergi ke taman kota, nyopot sepatunya dan merasakan sentuhan rumput di telapak kakinya… pertama kali setelah 7 th.. wowww. trus tiduran di rerumputan, memandang langit biru dg mataharinya yg cerah…

di bandara, dia dibantu oleh bbrp staf bandara krn dia tergolong penumpang khusus. adegan berakhir dg take off-nya pesawat…

kasihan sekali.. jauh2 dtg ke negara antah berantah utk menolong org yg dia pikir kenalan/sodara baik, ternyata kena pahitnya.

dan dalam alur cerita dia sempat bilang: dulu wktu masih di irlandia, tiap hari saya melihat ke langit, ke pesawat2 terbang yg melintas di atas langit sana sambil berangan2 suatu hari ingin jg naik pesawat terbang.. sekalinya dia naik pesawat terbang, ternyata dia menuju ke kenyataan neraka dunia.. tp toh di situ dia menemukan sebentuk kebaikan jg..🙂

One thought on “Locked up abroad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s