/mɪˈsɒdʒɪni/


Entah, kok tiba-tiba teringat iklan Aliansi Mawar Putih di sebuah surat kabar ibu kota. Satu halaman penuh. Gambarnya mawar putih dan nama-nama orang yang mendukung gerakan menolak RUU APP. Tidak relevan sih, karena saat ini, saya bahkan sedang tidak bersinggungan dengan isue apa pun yang berkaitan dengan undang-undang itu.

Lalu tiba-tiba ingat cerita seorang teman. Atasannya membatalkan pembukaan acara tertentu di kantor. Pada bagian pembukaan itu, teman saya yang jadi ketua panitia – meminta beberapa perempuan untuk menarikan tari tradisional Bali, tari pendet – yang pakaiannya terbuka di bagian pundak. Kata atasan teman saya itu: itu termasuk pornografi – dan tarian pembukaan harus dibatalkan, tidak boleh disajikan untuk publik.

Mmmhhhhh.

Sekarang, ingatan saya malah jadi kemana-mana. Jadi ingat juga sebuah iklan layanan masyarakat yang bunyinya: “Bagaimana mungkin angka perkosaan akan menurun, bila rok Anda semakin tinggi?”. Untungnya, banyak yang protes *termasuk saya*. Akhirnya iklan layanan masyarakat itu ditarik dari peredaran.

ah kamuuuu!!! bisanya sirik aja karena perempuan bisa pakai celana panjang, tapi kamu nggak bisa pakai rok mini.
ah kamuuuu!!! bisanya dengki aja – karena perempuan bisa pakai kaos singlet, tapi kamu nggak bisa pakai kutang.
ah kamuuuu!!! bisanya kesel aja – karena cukur jenggotmu dijadikan cukur bulu ketek perempuan, tapi kamu nggak bisa pakai pembalut untuk lap keringat.

dan kami menyebutnya misogyny, kebencian pada perempuan.

padahalbertoltbrechtmenungguuntukdibacamalahngeblogsajakerjanya
=================================================

KAMI MENOLAK RUU APP

Indonesia adalah taman bunga peradaban.
Di dalamnya mekar beragam tradisi.

Indonesia adalah pelangi kebudayaan.
Di dalamnya berpendar beragam adat.

Indonesia adalah lahan subur kesenian.
Di dalamnya tumbuh beragam kreasi.

Indonesia adalah ruang semua agama.
Di dalamnya bergema beragam doa.

Kini, keragaman itu sedang terancam oleh RUU APP.
Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi melarang kita menikmati kekayaan budaya kita.

Kita dilarang berpakaian menurut adat kita.
Kita dilarang mengungkapkan kasih sayang pada orang yang kita cintai.
Kita dilarang mengekspresikan keindahan tubuh dan tari-tarian kita.
Kita dilarang mengungkapkan kekayaan seni dan sastra kita.
Kita dilarang untuk menjadi diri kita sendiri.

RUU APP bukan melarang pornografi,
melainkan membenci tubuh manusia,
mendiskriminasi kaum perempuan.

RUU APP terlalu jauh memasuki wilayah pribadi manusia,
yaitu tempat setiap orang memelihara keunikannya.

Setiap orang memiliki ukuran moral yang berbeda.
Setiap orang memiliki persepsi sensualitas yang berbeda.
Setiap orang memiliki daya imajinasi yang berbeda.

Tentu, kita ingin lindungi anak-anak kita. Karena itu pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang perlindungan anak.

Tentu, kita ingin media massa tumbuh sebagai alat komunikasi yang santun dan cerdas. Karena itu masalah pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang penyiaran.

Bahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sudah jelas mengatur masalah pelanggaran kesusilaan.

Jadi, Cukup!

Jangan merusak keragaman Indonesia dengan RUU APP yang keliru itu.

Indonesia adalah keragaman untuk semua.
Indonesia adalah kebebasan untuk semua.
Indonesia adalah kesetaraan untuk semua.
Indonesia adalah kedamaian untuk semua.

– ALIANSI MAWAR PUTIH

8 thoughts on “/mɪˈsɒdʒɪni/

    • udah, makanya aku bilang:
      ” Tidak relevan sih, karena saat ini, saya bahkan sedang tidak bersinggungan dengan isue apa pun yang berkaitan dengan undang-undang itu”

      iya kan? hehehe

  1. nasikucing di semarang juga murah kok mba hehehe
    *tambah rak nyambung*

    UU pornografi / aksi?
    assss mbuh…. tergantung siapa yang mandang dan apa yg dipandang…

    (JANGAN DIBALES)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s