Badai Pasti Berlalu versi 1977


Iya, saya sedang mencari DVD atau VCD film karya Teguh Karya yang maut itu. Siapa tahu ada yang mampir ke blog saya ini dan kebetulan punya atau jual DVD atau VCD Badai Pasti Berlalu yang versi A-S-L-I (sutradara Teguh Karya, dibuat tahun 1977, pemainnya Roy Marten dan Christine Hakim). Saya emoh kalau versi yang baru *maaf ya, tapi enggak asik dan ….. (disensor)*

dari buku Slamet Rahardjo Djarot, Soliloquy

Kalau kamu pernah nonton Badai Pasti Berlalu-nya Teguh Karya (1977)dan Badai Pasti Berlalunya Teddy Soeriaatmadja (2007), kamu rasanya sepakat kalau aura dua versi film itu punya aura yang beda. Saya lebih menyukai aura yang saya rasakan dalam film yang Siskanya adalah Christine Hakim, Leonya adalah Roy Marten, dan Helminya adalah Slamet Rahardjo.

Saya lebih suka puncak daripada pantai. Helminya Teguh Karya enggak kasar. Siskanya Teguh karya enggak “saya minta cerai!” Hahaha Iya sih, Siskanya si Teddy lebih kritis *tapi merokok! HAH! Bikin jengkel* Tapi kali ini saya lebih suka cerita yang aseli. Illfill liat Indra Birowo jadi dokter.*hahaha* Siapa Bastian itu terlalu lunak untuk jadi Leo. Enggak sebanding dengan Roy Martin yang emang natural banget buat jadi berandal *mengacu pada ceritanya di masa tua sekarang ini hihihi, berandal yang baik hati dan keren*

Saya lebih suka lihat Josef Cosmas D. Landau pada nisan-nya Cosa, dibanding Cosa bin Helmy *kenapa kok pake diubah sih, dari Katolik jadi Islam? – kan cuma film! Huh! Dasar kapitalis kacangan* Dan, kok ya disesuain banget sama “taken for granted” moral yang ada dalam masyarakat: Helmi dan Siska nikah resmi. Padahal, kalau di versi 1977 … hahahah kamu yang belum pernah tahu, harus nonton sendiri atau paling nggak baca sendiri novelnya yang ditulis Marga T.

Kalau kamu pernah nonton film Badai Pasti Berlalunya Teguh Karya, kamu pasti tahu kenapa saya ingin sekali nonton (lagi) film itu. Lagi. Lagi. Lagi. Lagi. Iya, ini iklan pencarian film jadul yang berkedok postingan blog. Huhuhuhu. Tapi, saya sungguh ingin dan mau punya dan nonton film itu. Siapa yang punya film jadul itu dan bisa pinjemin saya untuk di … *hihihihi kamu pasti tahu. Di tonton, maksudnya hahahaha* kasih tahu saya yaaaaaaaaaa

Enggak berlebihan kayaknya kalau saya bilang, barang siapa yang punya dan mau minjemin saya – kalau perempuan saya jadikan saudara, kalau laki-laki saya jadikan … hihihi

Kabari saya secepat kamu bisa ya…. makasih lho! Salam!

48 thoughts on “Badai Pasti Berlalu versi 1977

  1. hai mbak titut. apa kabar? kangen nih sama mbak🙂

    kalo novelnya liza punya, karya Marga T kan?
    kalo filmnya ngga ada. jadi kepingin nonton juga, soalnya waktu nonton yang versi barunya rasanya gimana gitu, jauh banget dari novelnya.

  2. Yayayaya… Film Badai Pasti Berlalu Teguh Karya menurutku masuk top 10 Super Movie Indonesia selain Tjoet Nyak Dien, Naga Bonar dan Si Doel Anak Betawi. Pernah nonton di TV Swasta dan memang keren….

    Coba tanya ke anak IKJ jurusan film, siapa tahu ada yang punya

  3. ada di sinematek.setahu aku untuk kopi film harga nya 500 ribu. tp udah format digital kok. mbak inaya aja smp bela2in patungan sm bang ade buat kopi film..haha.*aku tunggu dosen2 yg baik hati untuk ke sinematek, nanti baru kuminta.haha

  4. udah baca Novelnya? udah…
    udah dengar musik versi 1977 ? udah…
    udah dengar musik versi 1999? udah…
    udah nonton versi 1977? duuuuluuuu, siaran tepeeri…
    udah nonton versi 2007? kayaknya bakalan ‘never’ deh…selain ulasan di atas,juga beberapa review serupa…takut merusak khayalku tentang matahari yang terbit di pagi hari setelah baju pengantin ditanggalkan dini hari…🙂
    ‘roy marten’ si dokter Leo versus xxx dokter Leo 2007? hmmm…better not to visualize it!
    yup…thanks Tobytall for your review!

  5. saya jadi mau tauk filmnya mba, kalo ada kuliah sama mba titut, saya harap diputarin *hahaha, ngelunjak, padahal mba titut juga lagi acri filmnya

      • Dear Mbak Tobytall,
        Saya pingin sekali punya DVD atau VCD dari Badai Pasti Berlalu nya Teguh Karya, karena Christine Hakim itu dulu teman SMA saya, jadi film ini benar benar dibuat pada saat generasi kami jadi mahasiswa.
        Saya akan berterimakasih sekali jika Mbak bisa memfasilitasi agar saya dapat memiliki rekamannya, dan untuk itu saya bersedia membayar sewajarnya.
        Silahkan hubungi saya di 0811 983033 atau email doddyhkusmanto@gmail.com dengan Doddy H Kusmanto.
        Terima kasih atas perhatian dan bantuannya, saya tunggu respon baik dari Mbak,
        Salam,

  6. maksud saya cari*terlalu semangat ngetiknya: konfirmasi mde on.

    lagunya bagus deh mba, “larry groce – just for you”

  7. Hallow kyknya qta sama niy, ak jg udh lama nyari film badai pasti berlalu versi 1977…udh nemu belum?klo udh kabar2in ak yaa btw ak jg nyari film Carmila niy, novel karya marga T juga ;)…trmksh🙂

      • Maaf mbak, gara gara browsing jade masuk blog ini.

        Boleh athu cinematek itu dimana, Dan cara transaksi nya bagaimana?

        Terima kasih sebelumnya

      • hey Vonny, salam kenal? yah? kok minta maaf?

        makasih ya udah kesasar😀

        kayaknya cinematek di kuningan (pusat perfilman nasional) terus pesen film yg mau kamu kopi. per film itu 500 ribu.

        good luck ya

  8. Mbak, kalau mau beli film tuh tinggal dateng, ngomong mau kopi film ybs aja? Ga perlu punya kenalan di sana? Terus harganya bener2 harga mati 500rb? Mahal amaaat T_T

  9. mbak sudah dapet copy Film Badai Paste Berlalu versi 1977 ini belum? Soale saya juga lagi nyari film ini, pingin nonton lagi terutama endingnya ….

    Dulu terakhir nonton ini kalo nggak salah sekitar 12 tahun yang lalu atau kapan gituuu …. dan kalo nggak salah inget, kata-kata terakhir Roy Marten dalam penutup film ini adalah “Kita kejar yang selama ini tertinggal” or something like that … dan itu bener-bener berkesan buat saya …. saya udah cari2 di novel aslinya, tapi di novelnya kalimat itu enggak ada. So, menurut saya ending film Badai Pasti Berlalu versi 1977 ini bahkan lebih bagus dari novel aslinya (versi Marga T)

  10. Oh iya, mau nambahin ….

    saya agak bingung juga dengan novelnya … Kalo di novelnya itu kan baik Leo maupun Siska itu kan Katolik, padahal setahu saya orang Katolik itu kan nggak boleh cerai, cmiiw …. jadi mestinya sih Leo ndak boleh menikah dengan Siska selama Helmy masih hidup, iya nggak sih ?

    Kecuali kalo mereka protestan atau Islam, mungkin baru boleh, cmiiw

    • aduh saya nyasar kesini! hehehe…
      saya juga pengen nonton Badai Pasti Berlalu yang asli,
      saya cuma tahu versi remake dan novelnya, belum nonton versi asli, soalnya hampir 2 dekade kemudian baru saya lahir
      orz

      @Agil
      di novelnya Helmi ma Siska sendiri gak menikah kok, tidak ada sakramen…
      kasarnya sih, kumpul kebo, soalnya Helmi sendiri tidak jelas agamanya, tapi kayaknya sih islam lahir doang
      makanya waktu Cosa lahir, Helmi gak mau ada pemandian, maunya selamatan terus ngundang ibu mertuanya Siska

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s