B-B


Hari ini janjian makan siang di Depok sama Kiki dan Meli. Jadinya, saya nyetir ke kampus FISIP UI Depok. Hari ini keadaan kampus FISIP beda dengan minggu lalu. Sebenarnya minggu lalu sudah ke kampus juga. Tapi minggu lalu masih sepi karena mahasiswa masih pada libur. Hari ini lumayan rame soalnya mahasiswa pada ketemu PA (Pembimbing Akademiknya).

Saya takjub sekali dengan perubahan yang terjadi di kampus, terutama kalau bicara soal mahasiswa. Jaman saya masih jadi mahasiswa (I’ve been a student for ages *mringis*) kampus itu selain jadi tempat ketemu dosen, juga jadi tempat main kartu dan gaplek. Di seluruh kampus, tersebar pojok-pojok nyaman tempat mahasiswa kucel (nggak hanya yang laki lho, yang perempuan juga) duduk lesehan main gaplek sambil ketawa ketiwi dari pagi sampe malam di kampus. Masih inget waktu BalSem (BALik SEMak) masih ada, bahkan ada senior yang untuk dua hari duduk di tempat yang sama dan masih pakai baju yang sama: main gaplek.

Sekarang gaplek sudah punah di FISIP UI. Mahasiswa sekarang lebih milih untuk main blackberry. Permainan yang satu ini benar-benar digemari dan dimainkan dengan aktif. Maksud saya memilih kata aktif ya benar-benar aktif.

Jalan saja mata mereka masih tertuju pada layar blackberry. Makan siang saja mata mereka nggak lepas dari layar blackberry sambil tangan mencomot makanan. Pacaran saja mata masing-masing pasangan memandangi mesra layar blackberry.

Lalu ngobrol dengan teman jadi berkurang maknanya.
Lalu berkasihan dengan pacar jadi hilang gairahnya.
Lalu hidup di kampus jadi hambar.

Hahahahahaha. Jadi inget jaman dulu waktu saya pertama kali memakai blackberry. Tahun berapa ya? Tahun 2006 kayaknya. Orang-orang (dan mungkin mahasiswa saya yang sekarang pada pakai blackberry) memandang saya dengan aneh karena bentuk blackberry saya itu lebih mirip teng perang.

Mas Dedy: Itu apa, Tut?
Titut: Ini bebe, Mas
Mas Dedy: Bebe itu apa? *sambil mengambil blackberry saya dan mengamati dengan seksama*
Titut: ngggg bebe itu blackberry, Mas.
Mas Dedy: Ooohh Untuk apa itu?
Titut: ngggg untuk apa aja bisa mas. Bisa untuk sms, bisa untuk telpon, bisa untuk chatting, bisa untuk buka email, bisa untuk browsing.
Mas Dedy: Ooohh Mahal ya?
Titut: nggg nggak, Mas – saya sebulan Cuma bayar 200 ribu udah termasuk telpon dan sms. Online juga 24 jam.
Mas Dedy: *terkagum-kagum sambil masih memegang blackberry saya* Wahhh asik ya
Titut: tersenyun jumawa

Saya hanya bertahan kurang dari setahun pakai blackberry itu. Kapok. Saya dicuekin sama keluarga. Gara-gara pas liburan keluarga besar, saya sibuk sendiri be-be-em-an dan chatting sama temen-temen sesame pemakai blackberry (padahal waktu itu orang yang pakai blackberry baru beberapa orang sajah, sudah membuat sibuk sendiri hahahaha). Dan sayapun menjual blackberry saya. Dan saya pun menemukan betapa bahagianya hidup saya tanpa blackberry.

Main di taman sama Gita, nonton dia kejar-kejaran dengan temannya. Minum kopi di kafe, ngobrol ngalur ngidul dengan sahabat menertawakan kebodohan sendiri sambil nontonin pemilik kafe yang ganteng. Baca buku di perpustakaan yang ramai dengan bahasa Cina enggak jelas. Menaikan layangan akrobatik di pantai sambil lari-lari menghindari layang-layang jatuh di atas kepala. Bushwalking bersama teman sampai mau pingsan kelelahan. Tidur di tenda dengan kepala di luar supaya bisa melihat bintang di malam musim panas. Naik bukit subuh-subuh tanpa senter sambil bermanja-manja. Belanja hal-hal ga penting di pasar kaget tempat jual mulai dari anak ayam yang diwarnain sampai chocolate fountain. Duduk bego berdua di teras sambil bertatapan mesra.

Dan blackberry jadi barang sampah.
Dan blackberry jadi bukan apa-apa.
Hanya mesin yang dingin, yang tidak tahu apa-apa.

===================================================
Me: Hey, can I ask you a favor?
My sister: Yes, sure.
Me: Can you please ask how much they sell blackberry in Netherlands
My sister: Ok, I will
A week later she chatted with me
My sister: Dek, I could find no store selling FRESH blackberry, but we have FROZEN blackberry, if you want.
Me: WHAT???????
*&%#$@)*&%$

20 thoughts on “B-B

    • aku punya bb pertama juga di indonesia kok
      *pembimbingku yg orang canada dan tinggal di ostrali itu malah sampai sekarang masih pake bb kayak bb pertamaku yg kayak teng perang itu*

  1. aku punyanya blackbodol…dan itupun hanya untuk membangunkan nyenyaknya tidur…apalagi black black-an yang beneran…pasti digunakan tuk ganjel kursi…lebih mangtabs fungsinya..

  2. Yah, sudah dijual, he he😀

    Kata orang hp cukup buat sms dan nelpon, saya juga bilang gitu, tapi saya perlu yang ada GPS-nya karena saya suka meninggalkan barak disembarang tempat he he😆

  3. daku ndak pake bebe, masih hore2 aja tuh! masih menikmati hidup dengan segala kenormalan ala ocha😆 tapi yhaaa, fungsi ponsel apa sih? SMS dan telpon? Yang lain masih bisa pakai laptop, lebih oke, karena layarnya gedhe😀

    ya ya…daku lebih suka bilang, semua balik ke kebutuhan masing-masing…dan daku msih butuh hidup normal tanpa bebe…😆

  4. huahahaha. frozen blackberry. istilah yang keren!

    btw, saya belum pernah punya bb dan sepertinya tidak berminat, jadi ndak begitu tahu asyik dan ndak asyiknya barang itu. di atas semua itu, saya heran sama orang indonesia yang sangat gampang terbawa arus.

    yah, tapi itu pilihan masing masing.

    • itu karena kakak saya di belanda ngira
      blackberry itu sejenis buah2an khas sana mas
      *emang ada*

      dan dia kira saya ngomongin buah (bukan gadget)
      hahahahahaa makanya dia bicara soal FRESH dan FROZEN

  5. saya pakai BB, dan bermanfaat buat saya,

    tapi semuanya tergantung kebutuhan……….

    kemarin beli BB karena, rencananya mau pakai lama (dirawat sampai beberapa tahun kedepan) dan fasilitasnya udah lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s