Kok Prita doang? Kok koin doang?



sapu lidi

Saya takjub sekali dengan gerakan mengumpulkan koin sebagai kepedulian rakyat Indonesia pada Prita Mulyasari. Menurut artikel yang saya baca, tanggal 16 Desember 2009 ada Rp. 193.352.450610.000.000,- koin yang terkumpul. Dasyat ya?

Saya membayangkan mungkin ada seorang bapak yang menyumbangkan 100 perak, ibu yang lain menyumbangkan 500 perak, seorang anak kecil memberikan uang jajannya yang 200 perak, tante yang itu memberikan kembalian dari supermarket 500 perak, tante yang ini menyumbangkan 1000 perak karena kantong uang receh di dompetnya sudah terlalu penuh (dan bau busuk). Koin-koin yang disumbangkan (mungkin) adalah jumlah yang tidak dianggap signifikan.

Tapi ketika seluruh rakyat Indonesia mau peduli, ketika banyak orang bersama-sama merogoh kantong untuk menyumbangkan sekeping uang receh yang tidak berarti (buktinya kalau di supermarket sering ga dikembalikan sama si kasir, dan kita juga ga pernah protes! Ha!), hasilnya adalah Rp. 193.352.450! 610.000.000,- koin saja. Wah. Wow. Hedew. Gile. Keren.

Padahal, mungkin banyak orang enggak kenal lho sama Prita Mulyasari. Tapi karena orang banyak percaya bahwa ajakan koin peduli itu penting untuk dilakukan dan semua orang mau peduli untuk kebaikan – mereka mau ikutan beraksi! Aksi 100 perak saya rasa adalah aksi yang sama sekali enggak susah (Dibanding aksi menjahit mulut dan tidak makan sebulan. Hi! Ngeri!).

Nah, saya jadi ingat buku-buku sejarah atau PSPB yang dulu sering saya baca (dengan paksaan dari pihak-pihak tertentu hehe). Jadi ingat anologi tentang sapu lidi yang jadul itu. Aksi yang kecil, tapi karena dilakukan secara serentak karena peduli dan percaya – hasilnya adalah maha dasyat!

Terus, saya jadi memikirkan beberapa hal. Kok Prita doang ya? Kok koin doang ya? Gimana dengan sampah? Gimana dengan korupsi? Gimana dengan pendidikan? Gimana dengan pendidikan anak?

Kalau saja tiap orang di Indonesia mau membuang sampah pribadinya di tempat sampah yang sudah disediakan, kalau saja tiap orang di Indonesia bangun lebih pagi sedikit dan datang tepat waktu ke kantor atau sekolah atau kampus, kalau saja tiap orang tua mau menyisihkan waktu untuk membacakan satu buku cerita pada anaknya setiap hari, kalau saja tiap orang mau tersenyum setiap hari, kalau saja tiap orang mau mengucapkan tiga kata ajaib (tolong, maaf, terimakasih).

Kalau saja tiap orang Indonesia mau melakukan hal-hal kecil karena peduli untuk Indonesia yang lebih baik. Kalau saja enggak Prita doang. Kalau saja enggak koin doang. Kalau saja kamu ngerti apa yang sedang saya bicarakan hahahaha

====================================================
Courage doesn’t always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, “I will try again tomorrow.” (Mary Anne Radmacher)

35 thoughts on “Kok Prita doang? Kok koin doang?

  1. Mbak Titut,

    Hanya perlu satu ide sederhana yang bisa menggerakkan rakyat Indonesia dari semua lapisan, ini bukti bahwa rakyat kita masih bersatu🙂

    Dan ide perlu memberikan kesempatan bagi semuanya untuk bisa bersama, mungkin itulah mengapa dipilih koin daripada dollar, he he.

  2. 🙂 .. pertanyaan yang sama muncul di benak saya beberapa waktu lalu. setelah saya pikir-pikir, masyarakat Indonesia itu hanya bergerak pada “momen” tertentu dan juga karena provokasi “media” …

    so kalau mau mengubah indonesia… mari kita “bajak” media tv dsb untuk provokasi kebaikan..
    dan mari ciptakan ‘momen’ yang tepat…

      • hmmm…
        agak susah ni jawabnya hehe…
        ibarat perusahaan yg membuat produk & mengiklankan..tetapi ujung tombak tetap penjual yg berusaha keras agar dagangannya laku…
        begitu juga prita ini.. (di dalam pandanganku)

        media mensugesti, memperkenalkan, menyebarluaskan.. dan membuat opini publik…

        nah sedangkan blogger adalah pelaksana lapangannya..memanfaatkan isu “prita” yg telah dibangun sedemikian rupa dengan menggalang dana…
        toh mungkin kl g ada media..blogger juga g tau kasus prita😉

        hehe..bener g ya?

      • hahaha ga tau. aku bener2 polos tanya-nya
        hahaha – maklum, aku setop nonton tv sejak beberapa tahun lalu
        huhuhu

  3. aku selalu terheran-heran dengan masyarakat kita yang “baru mau jalan kalo dipecut”…dan aku sendiri pun bukannya udah ter-automatisasi untuk sadar sendiri juga…but sometimes I do, telling myself to stay a little sane, just keeping me from conceited mind… trying to always say that three magic-words (thanks, sorry, please) is keeping me from that (bigheaded)😆

    • 🙂 aku paling gemes sama orang yg buang sampah sembarangan. apa sih susahnya nyimpen bungkus permen sementara di kantong baju/tas – instead of throwing them out from their car?
      *crab*

      • nah kalau ini setuju! benci sama org yg buang sampah sembarangan. apalagi kalau ada acara..habis itu lapangan jadi kacau balau jadi arena sampah.. huh

  4. lebih dari 193 juta mbak.. sekarang ini udah diatas 500 kl ga salah.

    knp prita, knp koin doang? karena ini big issue untuk rakyat. jd rasa kesadarannya tumbuh dgn sendirinya. kl buang sampah sembarangan dll itu, rakyat blm ada rasa kesadaran. mungkin karena blm ada kejadian yang mereka rasain langsung ya.. padahal mah semua orang harus hidup eco-friendly ya hehe..

    salam kenal yah!😀

    • err korupsi bukan big issue ya?
      soal buang sampah sembarang dll itu, wooo tunggu dulu.. saya rasa pernyataan komen si elie ttg “belum ada kejadian yg mereka rasain langsung” adalah salah besar.
      lah banjir besar di Jakarta, salah siapa? itu baru salah satu contoh.., belum contoh2 lainnya di seluruh pelosok Indonesia.
      🙂

    • eh, iya. udah 610 juta ya?

      “knp prita, knp koin doang? karena big issue untuk rakyat”

      why do you think so?

      semua orang harus hidup peduli :p

    • iya. menyenangkan ya? dan jadi alat untuk mengingatkan – biar hal kecil kalau dilakuan dengan ikhlas dan bersama-sama – hasilnya luar biasa.

  5. Iya, sebetulnya kan kalo kasus perdata bu Prita udah dicabut, koin2 itu bisa diberikan/disumbangkan kepada yang layak menerimanya…yang membutuhkan pertolongan. Atau langsung dialihkan ke COIN A CHANCE, gerakan yang udah lama ada–mengumpulkan koin untuk membantu adik2 yang putus sekolah.

    Dan semoga pengumpulan koin ini nggak berhenti sampe di sini… terus ada aksi2 seperti ini, uangnya buat yang membutuhkan. Dengan demikian semua orang berderma tanpa pandang berapa nominal yang disumbangkan… dengan begini, siapa saja bisa nyumbang😀

    • ayo! jangan cuma uang!
      misalnya: menyumbangkan satu buku (dari tiap keluarga) untuk anak2 yang ga mampu
      *ngeces sampe dripping wet*
      buang tissue/bungkus apa aja di tempat sampah atau simpen dulu di tas/kantong baju.
      apa lagi yahhh?
      di sekolah anakku di ostrali – jaga kantin itu di voluntirkan. yang jaga para ortu. tiap ortu kebagian satu hari kerja di kantin. ga berat sama sekali – tapi tiap anak bisa tetap makan di sekolah! *dahsyat!*

  6. Salam kenal mbak sebelumnya ^_^
    melihat tulisan mbak dan komentar bu RT saya (rara). mau juga ngeloteh seputar postingan mbak itu ^_^

    Prita merupakan sebuah icon yang dijadikan rakyat ini sebagai simbol perlawanan terhadap ketidak adilan hukum di negeri ini. dan semua itu tidak lepas pula dari pemberitaan media yang menggembar gemborkan kegiatan Koin peduli ini.

    Saya sepakat dengan usalan mbak nih. Dan teman-teman di makassar sudah bergerak dalam hal pengumpulan buku dan Anjangsana yang rutin dilakukan sebagaimana yang Bu RT katakan

    Salam Kenal deh mbak
    Dan Salam Sapu Lidi

    • wah, inongaceh! itu mah idemu.. keren!
      yuk yak yuk …

      Cuman mau curhat (dan marah hwahwahwahwa)
      Kemarin dateng ke rumah ibuku. ternyata ada tamu yang datang bersama anak2nya yang sudah remaja *baca: udah lulus kuliah* mobilnya parkir di depan rumah ibuku. Waktu bajajku mau merapat ke rumah ibu, aku liat sebuah tangan terjulur keluar dari jendela mobil dan.. “PLUNG” membuat gelas plastik kosong bekas minuman mineral. Ya ampun. Kesel banget! Kalau dibilang ga berpendidikan – mmhh lulusan S1 dari universitas swasta terkenal seputar Jalan Jendral Sudirman Jakarta. Kalau diliat dari tingkat ekonomi: mapan abis. Tetep! Buang sampah dari mobil enak aja (padahal tong sampah menunggu nganggur di dekat situ – lagian kan bisa disimpen dulu, ntar kalau sampe rumah dibuang di tong sampah sendiri)

      Coba, kalau tiap individu peduli (merasa buang sampah sembarangan itu sebuah aksi yang ga keren sama sekali – memalukan), mulai dari diri sendiri untuk mulai melakukan hal2 kecil yang berarti.

      Ayo, anggota komunitas blogger mulai! Jangan buang sampah sembarangn dan (ini ngomongnya bisik2 ya) jangan ngerokok di tempat umum! hahahahahahaha

      ps. berdoa kenceng2 dalam hati semoga ybs ga mampir di blog saya

  7. oh iya.. lupa..
    komunitas blogger bandung batagor punya aktivitas rutin juga soal sampah..
    setiap bulan mereka punya acara rutin: Bebersih Bandung.. yang sekarang entah sudah yang ke-berapa hehe..
    Kerjaannya mungutin sampah dari daerah 1 ke daerah lainnya di Bandung.

  8. andainya masyarakat memang sadar untuk ngumpulkan koin trus dibagikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan pasti pemerintah malu kalo ndak ikutan mendukung program Koin untuk Keadilan dan Kesejahteraan tapi sayang semua harus ada momementum yah
    *sigh

  9. Kok Prita doang?

    Karena Prita adalah batu loncatan yang bagus utk memunculkan seleb-seleb baru di dunia maya dianggap korban dari gerakan pencerahan masyarakat Indonesia di internet, sebuah komunitas semu yg menghabiskan waktu di depan monitor dengan nyamannya dan membacot soal kepedulian. Dan jadilah itu: Untuk Keadilan.

    Hebat sekali! Seandainya mereka yang kena wabah penyakit di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua bisa memiliki seleb-seleb dunia maya sehebat itu menggalang opini media, tentu masalah Indonesia tidak akan berkisar seputaran Jakarta bin Pulau Jawa semata😆

    • hai, hai! salam kenal ya. terimakasih sudah mampir di blog saya.

      eh, masa sih cuma di depan monitor pedulinya? ntar saya cek ya?

      oiya, kemarin wkt di Bali – saya ikutan lho nyumbang koin peduli Prita di komunitas blogger Bali – BBC. Yang saya tahu sih komunitas blogger Aceh juga ngumpulin (dan menggalang aksi) koin peduli, seperti komunitas blogger Makassar. Walaupun saya ga ngeliat komunitas blogger yang lain menggalang apa nggak, saya yakin mereka melakukan aksi yang sama *dan itu beneran lho, koinnya ada – ga maya*

      Kalau kamu punya waktu, mampir deh ke blognya tikabanget. Tika itu salah satu blogger yang datang ke persidangan2 awal Prita (dan Tika menulis pengalamannya dalam sidang itu di blognya).

      Kamu datang nggak waktu sidanya Prita? Sayang, saya nggak bisa datang – hehehehehe yah.. cuma bisa membacot peduli lewat blog saya ini hehehe
      Tapi, lumayanlah.. hahahaha *malu*

      • salam kenal?

        wakakakaka…. benar juga, blogger berinteraksi macam di kehidupan nyata. ah, baiklah, anggap aku berkunjung ke rumahmu. mana suguhannya?😆

        silakan cek, apa memang di depan monitor pedulinya atau tidak, manalah aku tahu benar. aku bukan tuhan yg tahu segala. tapi… oh hebat sekali 600juta itu. menakjubkan. layak diberi tempik tepuk tangan sebagai hero-hero of the day.

        aku respek dengan prita dan gerakan koin utk keadilan. dan terkagum-kagum betapa hebatnya opini dari media dunia maya, dengan seleb-seleb blog begitu peduli. semoga selekas kasus drama sensasional yang bikin blogger2 jadi seleb mendadak di layar kaca, di media nasional, ini berlalu, nanti kalo ada yang kena gusur, nanti kalo ada ibu-ibu hamil diusir dari rumah sakit, nanti kalo ada tramtib gebuk orang sampai patah tulang, UNTUK KEADILAN itu tidak cuma karena sesama netter saja. netter… yang bisa nyaman depan monitor macam kau dan aku, macam mereka yang sedang baca komen ini.

        tika? aku kenal namanya, tapi tak ada tautan dengannya, karena aku di luar pulau jawa, pulau yang jadi sumber utama sejumlah berita hebat di negara kesatuan republik indonesia ini.

        kasus prita dan gerakan koin itu… memang hebat. aku kagum. sampai kalian di pulau jawa sana, sampai masyarakat di indonesia lupa kalo di sumatra masih ada masalah lain yang tak lebih mewah dan gegap gempita dari acara KOIN UNTUK KEADILAN di HARD ROCK CAFE itu. sampai terlupa jika di sumatra sini wabah chikungunya yang sudah berskala KEJADIAN LUAR BIASA tertimpa drama-drama dari KPK sampai Prita di pulau jawa sana.

        oh ya, sama. aku juga cuma bisa membacot saja. karena bacotan dari daerah apa hebatnya menggiring opini dunia maya macam seleb-seleb dari pulau utama negara sentralistik ini? pulau yang dibangun dengan jarahan dari pulau-pulau lain di luarnya🙂

      • hai hai🙂
        kamu mengulang2 soal seleb blogger. who are they? don’t get you.
        don’t you think that they are just ordinary blogger with well-maintained networking?

  10. @tobytall
    guess who they are by yourself😆

    ordinary blogger? are you sure? kalo segerombol blogger udah berkelompok dan bisa bikin umat blogger ikut opini mrk bagai lembu dicucuk hidung, maka mrk bukan ordinary lagi. mrk dewa-dewa baru. hei, belakangan mrk uda dipake oleh produk2 terkenal utk promo dari gadget sampai coca-cola. ya ya, well-maintained network. utk galang koin saja ada diantara mrk uda macam Bush: memilih ikut atau tdk menunjukkan siapa anda. hebat! skrg blogsfer homogen sehaluan😆

    • i don’t know. i don’t guess🙂
      sometimes we create what people are – tho they don’t care to what we do hehe)

      i am blogging coz i want to – and i belive lots of bloggers do the same🙂

      btw, i am still asking you: who they are? seleb2 blogger?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s