Echo



ketika kamu mau berhenti, aku minta lari
ketika kamu mau terus bermain, aku ingin duduk
ketika kamu baru mencium bau bantalmu, aku siap menyambut matahari
lalu kapan kita bisa sama-sama minum kopi di meja teras sambil ngobrol?
aku memintamu untuk duduk dan bersamaku, berpelukan
matamu jalang, tubuhmu ada pikiranmu entah dimana
aku menggenggam tanganmu ingin kamu didekatku, bersentuhan bahu
“tunggu dulu” katamu lalu pergi
lalu kapan kita bisa bicara dari hati ke hati?
aku lelah. lelah. lelah.
sungguh mati aku menginginkan kamu.
tapi tenaga terbatas.
aku tidak mampu lagi.
sudah. sudah. sudah ya.
aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

aku lelah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s