Menjadikan Internet Media yang Aman untuk Anak


Ada tayangan menarik dalam sebuah episode Oprah Winfrey Show. Tayangan itu menyoal anak laki-laki yang difasilitasi dengan komputer lengkap dengan internet dan webcam dalam kamarnya. Anak ini menjadi anteng sekali berselancar di dunia maya tanpa pengawasan orang tua. Di sana, ia bertemu orang-orang yang mengatakan sayang padanya bila anak ini mau melakukan apa saja bagi mereka termasuk memberikan data pribadi dan foto telanjang mereka. Melalui Internet, anak ini akhirnya dapat ”diakses” oleh pedofilia di seluruh dunia.

Dunia pornografi kini memiliki pintu ke rumah kita yakni Internet. Anak dapat menjadi korban pornografi di Internet dengan dua cara: sebagai konsumen dan sebagai komoditas. Ia akan menjadi konsumen bila terlanjur mengakses materi pornografi, baik secara sengaja mau pun secara tidak sengaja.

Para pengelola situs porno menggunakan pornopreneur. Pornopreneur adalah menempatkan gambar porno gratis (free tour) sebagai pemikat untuk mendapatkan pengunjung tetap (dan berlangganan). Anak yang akses internetnya tidak dibatasi dapat mengkonsumsi gambar-gambar itu baik secara kebetulan mau pun sengaja. Sementara, para ahli mengatakan bahwa pornografi lebih memiliki daya stimulan dibanding katarsis. Artinya, konsumsi gambar porno yang pertama akan menstimulasi anak untuk mencari gambar porno berikutnya.

Anak-anak dapat juga menjadei komoditas seksual di Internet. Sementara, dengan memberikan data pribadi dan foto-fotonya, anak sangat mungkin menjadi komoditas seksual. Chat room, misalnya, adalah tempat bertemunya orang-orang dengan banyak identitas termasuk pedofilia yang menyamar.

Sebenarnya Internet berbahaya atau tidak?

Sensor Internet penuh mungkin dilakukan, namun membutuhkan biaya amat besar. Karenanya banyak negara memilih melakukan sensor terbatas, anak menjadi prioritas utama. Orang tua dapat turut melakukan sensor terbatas. Berikut beberapa tips:
1. jangan mau kalah dengan anak, Anda harus dapat mengoprasikan Internet
2. letakkan komputer di ruang keluarga sehingga mudah mengawasi anak
3. cek secara berkala temporary internet files dalam komputer, di mana Anda dapat melihat situs-situs yang pernah dikunjungi.
4. buat aturan bila mengizinkan anak mengunjungi chat room. Chat room adalah tempat bermain pemangsa seksual dunia maya. Jangan izinkan anak memberikan data pribadi, termasuk foto di dunia maya
5. Gunakan waktu bersama bermain dengan Internet yang akan membangun kepercayaan penggunaan Internet dan aktivitas maya.
6. Gunakan perangkat lunak untuk melindungi anak dari situs-situs berbahaya. Anda dapat mendapatkannya secara gratis di Internet!

3 thoughts on “Menjadikan Internet Media yang Aman untuk Anak

  1. hahahaha

    dalam pengawasan yg memadai, ya. memang. gila ya. internet tuh kan “mengundang” sekali, udah gitu pada dasarnya, mudah dipelajari ayo, membentuk keluarga yang cerdas tapi melek Internet…

  2. Setuju mbak, anak-anak memang seharusnya kita bimbing sejak awal untuk benar-benar bisa menggunakan internet secara bijak, tentu saja dengan contoh yang bagus dari orang tuanya.

    bagaimanapun, internet memang sebuah pisau bermata dua yang kalau tak bijak menggunakannya bisa jadi senjata untuk kita dan masa depan anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s