apa kabar? Hmmm saya sepertinya mau mens. Bawaannya kesal terus. PPfffff.
Ngomong-ngomong soal mens, saya agak bingung loh. Bertanya-tanya apakah Kalian pernah memikirkan apa yang saya pikirkan tentan mens.
Orang tuh, suka aneh ya – kalau menyikapi perempuan dan mens. Kalau perempuan nggak mens (artinya kan perempuannya nggak bisa hamil alias mandul), perempuan dikucilkan, diomongin macem-macem, kadang diperlakukan dengan tidak adil (baca: dicerai, misalnya. Dengan alasan: tidak bisa punya anak).
Tapi, kalau perempuan mens – dianggap kotor. Jadinya, tiap perempuan sedang menstruasi – dikucilkan juga (baca: nggak boleh masuk rumah ibadah, nggak boleh membuat sesaji, nggak boleh menjadi pemimpin, nggak boleh ini, nggak boleh itu).
Jadi perempuan tuh serba salah kan?
Mungkin mitos menstruasi tuh ya, cuma akal-akalan orang yang sirik karena HANYA perempuan mampu menggendong kehidupan
(and that means ALOT). Jadinya, dibuatlah cerita kalau menstruasi itu kotor, kalau menstruasi itu melemahkan perempuan (padahal perempuan hanya ‘lemah’ kalau sedang menstruasi hehe). Hah.
“…blood that stains is the blood of war, not the blood of menstruation.” (borrowed by Hildegard of Bingen)
Setuju nggak? :p
Salam!
Gambarnya saya pinjam dari sini.

lg mau mens ya mb… *menjauh *ehhh?
Iya dek *kalem*