Teman tersayang,

hari ini, saya makan malam di rumah kerabat dekat. Saya yang masak -___- Menunya: lontong cap gomeh-cap gomehan (soalnya nggak terlalu cap gomeh). Perlengkapannya: ketupat (see?), opor ayam, tumis labu siam, sambel goreng hati, telur pindang, dan bawang goreng. Plus, lumpia goreng.

Menurut saya sih, porsinya lumayan. Tapi, sehabis makan malam – Kakek Walter tanya ke istrinya: hidangan penutupnya apaan nih? Aku masih laper? Wadoh.

Saya akhirnya tanya: Kakek, kurang ya porsinya? Eh, yang jawab anaknya. Kayak gini: “Aku tau deh. Si Kakek masih laper karena makan ketupat, bukan makan ‘proper meal’. HOH? Terus, anaknya yang tinggal di Malaysia cerita, kalau di sana (Malaysia) biar sudah makan mie goreng plus nasi satu piring dan lauk, tapi kalau dia belum kemasukan ‘proper meal’ – dia masih tetap kelaparan.

Saya lalu tanya, proper meal itu apa. Jawab si anak: “Steak, mashed potatoes, vegetables”.

Ring a bell. Jadi inget orang di Indonesia yang biar sudah makan steak, burger, pasta – tapi kalau ketemu nasi, bisa tega bilang belum kenyang -____-

I am what I eat. That’s true.

Have a good day and weekend!

Gambarnya saya pinjam dari sini.

Advertisement