Teman tersayang,
ini bukan postingan SARA ya.

Kalian pernah makan hot cross buns? Sebenarnya, hot cross buns itu roti rempah biasa dengan dua garis frosting saling menyilang di bagian tengahnya. Ini resepnya. (Dibilangin kan, roti rempah buah biasa!).

Roti ini punya ‘sejarah penting’ dalam gereja Katolik terutama masa paskah (perhatikan ‘g’ dalam ‘gereja’ saya tulis dalam bentuk kecil). Frosting gula menyilang di atas roti yang menyerupai ‘salib’ melambangkan kemenangan.

Tradisi hot cross buns sudah ada jauh sebelum jaman Yesus. Tepatnya di jaman paganism, waktu manusia masih memuja dewa, patung, dan sejenisnya yang diharamkan oleh banyak agama modern seperti Katolik. Sejarah lengkapnya bisa dibaca pada situs tentang sejarah hot cross buns berdasarkan urutan waktu.

Dua minggu yang lalu menurut penanggalan gereja Katolik masih masuk masa Natal, tetapi di supermarket besar di Australia sudah mulai menjual hot cross buns ini. Pihak gereja lalu protes, menuntut supermarket di Australia untuk berhenti dulu menjualnya ATAU kalau mau tetap menjual hot cross buns tanpa cross. Paling tidak sampai nanti mendekati masa paskah. Ini petisinya.So, be it. Hot cross buns.

Ehem. Buat saya, frosting gula ya frosting gula saja. Lucu ketika agama meyakini Tuhan dan melarang penyembahan selain pada Tuhan. Tetapi hal-hal kecil seperti frosting gula menyilang di atas roti mengusik keimanan.

With or without cross on the hot buns, do you think God gives it a damn?

Gambarnya pinjam dari sini.

Advertisement